Ekbis

30.000 Karyawan Oracle Dipecat Lewat Email Jam 6 Pagi

Avatar photo
3
×

30.000 Karyawan Oracle Dipecat Lewat Email Jam 6 Pagi

Sebarkan artikel ini
30.000 Karyawan Oracle Dipecat Lewat Email Jam 6 Pagi
Ilustrasi - Manajemen Oracle melakukan efisiensi dengan mem-PHK ribuan karyawannya.

JAKARTA, INTTI.ID – Dengan alasan efisiensi, raksasa teknologi Oracle melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 30.000 karyawannya. Mirisnya, pemecatan ribuan karyawan tersebut dilakukan melalui email masing-masing karyawan.

Restrukturisasi ini diambil perusahaan yang dipimpin oleh Larry Ellison untuk memfokuskan sumber daya finansial pada pengembangan infrastruktur kecerdasan artifisial (AI).

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Pemangkasan tersebut berdampak pada sekitar 18-19% dari total tenaga kerja global Oracle. Kebijakan ini diperkirakan bakal membebaskan arus kas hingga US$10 miliar atau setara Rp170 triliun.

BACA JUGA: Pemkot Tangerang Klaim Berhasil Turunkan Inflasi

Dana tersebut nantinya akan dialokasikan untuk operasional dan pembangunan pusat data AI milik perusahaan.

Karyawan yang terdampak di Amerika Serikat, India, Kanada, hingga Meksiko dilaporkan menerima email pemberitahuan pada Selasa pukul 06.00 waktu setempat. Email tersebut dikirimkan oleh pihak manajemen dengan tajuk “Oracle Leadership”.

“Setelah mempertimbangkan kebutuhan bisnis Oracle saat ini, kami telah mengambil keputusan untuk menghapus peran Anda sebagai bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas,” tulis email tersebut dikutip dari Business Insider, Kamis (2/4/2026).

Dalam surat itu, manajemen Oracle juga menegaskan bahwa hari pengiriman email tersebut menjadi hari kerja terakhir bagi staf yang bersangkutan. Perusahaan langsung menonaktifkan akses komputer, email, hingga dokumen kantor bagi karyawan terdampak.

Pihak manajemen menyebutkan bahwa karyawan akan mendapatkan paket pesangon sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Efisiensi ini terjadi di tengah ambisi besar Oracle untuk memperkuat infrastruktur Cloud dan AI secara global.

Meskipun melakukan PHK massal, Oracle sebenarnya mencatat performa keuangan yang cukup positif pada kuartal terakhir. Pendapatan perusahaan dilaporkan tumbuh 22% dan melampaui ekspektasi pasar.

Namun, kinerja positif tersebut tidak tercermin pada harga saham perusahaan di bursa. Sejak awal tahun, saham Oracle telah merosot hampir 25%, melampaui penurunan rata-rata perusahaan teknologi raksasa lainnya.

Analis pada Januari lalu memproyeksikan bahwa pengurangan 30.000 staf merupakan strategi efektif untuk menambah kas bebas perusahaan. Hal ini dinilai krusial untuk mendanai proyek infrastruktur yang padat modal.

BACA JUGA: Investor China Jajaki Buka Industri di Kota Serang

Oracle Chief Clay Magouyrk mengonfirmasi bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI saat ini sangat tinggi. Tercermin dalam sisa kewajiban kinerja (remaining performance obligations) perusahaan yang mencapai Rp9.068 triliun.

“Permintaan untuk infrastruktur AI, baik GPU maupun CPU, terus melebihi pasokan,” kata Magouyrk .

Selain restrukturisasi tenaga kerja, Oracle juga mulai menguji coba program agen AI untuk menggantikan tugas administrasi basis data rutin. Pekerjaan tersebut sebelumnya memerlukan tim insinyur dalam jumlah besar.

Di sisi lain, Oracle tercatat telah menghimpun utang dan ekuitas senilai US$50 miliar pada Januari lalu. Namun, manajemen menyatakan belum memiliki rencana untuk menambah utang baru pada tahun fiskal 2026.(ALD)

sumber: bisnis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *