Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Peristiwa

6 Siswa SMAN 5 Kabupaten Tangerang Terluka Tertimpa Plafon Kelas

Avatar photo
21
×

6 Siswa SMAN 5 Kabupaten Tangerang Terluka Tertimpa Plafon Kelas

Sebarkan artikel ini
6 Siswa SMAN 5 Kabupaten Tangerang Terluka Tertimpa Plafon Kelas
Plafon kelas X SMAN 5 Kabupaten Tangerang ambrol saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, Kamis (22/1/2026).

TANGERANG, INTTI.ID – Peristiwa mengejutkan terjadi di SMAN 5 Kabupaten Tangerang. Plafon ruang kelas 228 tiba-tiba saja ambrol menimpa siswa yang sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM), Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat peristiwa terjadi, sebanyak 35 siswa kelas X sedang mengikuti KBM pelajaran geografi. Ketika sedang konsen mengikuti pelajaran, tiba-tiba plafon kelas runtuh. Suasana hening seketika menjadi riuh dengan teriakan panik para siswa.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Pengawas SMAN 5 Kabupaten Tangerang, Syaeful Rohman kepada wartawan mengatakan, ambrolnya plafon akibat terguyur air hujan dari atap kelas yang bocor. Terlebih saat itu di luar kelas sedang hujan deras disertai angin.

BACA JUGA: Pedagang Daging Sapi di Tangsel Stop Jualan

Kondisi material yang sudah rapuh membuat triplek plafon tidak bisa menahan beban air hujan yang bocor. Akibatnya, bruuk…! Triplek plafon berjatuhan menimpa siswa siswi yang sedang belajar di kelas tersebut.

“Triplek plafon sudah lapuk bagian paku-pakunya. Sudah 12 tahun sejak 2014, tidak pernah direhab,” ujar Syaeful.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian, air hujan sudah terlihat menetes dari atap. Namun, intensitas hujan yang tinggi membuat kebocoran semakin besar hingga akhirnya plafon tidak mampu menahan beban dan ambrol.

Meski begitu, plafon ruang kelas 228 tidak ambruk seluruhnya. Beberapa bagian masih tersangkut, namun kondisi pelapukan dinilai sudah sangat parah.

“Tidak sampai ambruk total. Kalau menggunakan gypsum dan langsung jatuh, anak-anak tidak sempat lari,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, beberapa siswa mengalami luka ringan. Siswa yang terluka dibawa ke unit kesehatan sekolah (UKS) untuk mendapatkan perawatan medis. Sejumlah orang tua siswa berdatangan ke sekolah setelah mendapat kabar kejadian itu.

“Kami juga tawarkan kepada murid dan wail murid kalau ada yang mau diobati ke klinik kami siap, tapi tidak ada yang mau dan cukup dengan perawatan di UKS,” imbuhnya.

BACA JUGA: Warga Korban Banjir di Tangerang Diminta Waspada Kencing Tikus

Pihak sekolah memastikan tidak ada korban luka berat dalam kejadian tersebut. Proses belajar mengajar langsung dihentikan sementara, dan ruang kelas dinyatakan tidak bisa digunakan.

“Siswa kami pulangkan dan pembelajaran diganti dengan pembelajaran jarak jauh, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Syaeful menambahkan, kejadian ini telah dibuatkan berita acara dan dilaporkan ke Kantor Cabang Dinas (KCD) sebagai bahan tindak lanjut, khususnya terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah yang sudah rapuh.

“Kami sudah cek ulang bersama pemegang barang dan tim sarana prasarana. Karena faktor cuaca, sementara penanganan sebatas pengamanan,” ujarnya.(Ald)

sumber: satelitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *