Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Regional

Banten Tetapkan Siaga Darurat Bencana

Avatar photo
30
×

Banten Tetapkan Siaga Darurat Bencana

Sebarkan artikel ini
Banten Tetapkan Siaga Darurat Bencana
Petugas BPBD Banten menggunakan perahu karet, Minggu (4/12/2025).mengevakuasi warga yang terjebak banjir

SERANG, INTTI.ID – Hampir seluruh daerah di Provinsi Banten dalam sepekan ini terendam banjir. Bencana banjir menyusul cuaca ekstrem yang disertai curah hujan tinggi. Menyadari potensi bencana semakin meluas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menetapkan Siaga Darurat Bencana kepada seluruh kota/kabupaten.

Daerah di Banten yang terendam banjir di antaranya Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangsek dan Kota Tangerang. Banjir merendam sebanyak 1.512 rumah, dan 1.853 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 3.509 jiwa mengungsi.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Di Kota Serang, banjir melanda Kelurahan Banten, Margaluyu, Sawah Luhur, Kasemen, dan Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen. Kemudian Kelurahan Cimuncang dan Kelurahan Serang, Kecamatan Serang.

BACA JUGA: Terendam Banjir, Cilegon Lumpuh Total

Sebanyak 1.087 KK atau 3.033 jiwa warga Kota Serang yang menempati 1.023 rumah, terkena dampak banjir. Selain itu, satu bangunan SDN Ambon juga terkena dampak bencana banjir, sedang masyarakat yang mengungsi sebanyak 66 KK.

Di Kota Cilegon, banjir melanda Kelurahan Kepuh, Kubangsari, Gunungsugih, dan Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan. Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang. Dilokasi ini, ada sebanyak 235 KK atau sekira 475 orang terkena dampak.

Di Kabupaten Serang, banjir terjadi di Desa Sindangmandi dan Desa Curugagung, Kecamatan Baros, Desa Labuan, Desa Mancak dan Desa Winong, Kecamatan Mancak, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Desa Mekarbaru, Kecamatan Petir, Desa Tonjong dan Desa Pamengkang, Kecamatan Kramatwatu, Desa Bolang, Kecamatan Lebakwangi.

Kemudian Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, Desa Ranjeng dan Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, Desa Ketos dan Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Desa Barugbug, Kecamatan Padarincang, Desa Sasahan, Kecamatan Waringinkurung, Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka. Dilokasi ini, ada sebanyak 1.698 rumah terendam banjir.

Di Kabupaten Pandeglang, banjir terjadi di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Desa Sukasenang, Kecamatan Cikeusik, Desa Pasridurung, Kecamatan Sindangresmi, Desa Ciherang, Kecamatan Picung, Desa Sukasaba dan Desa Kotadukuh, Kecamatan Munjul, Serta Desa Sobang dan Desa Pangkalam, Kecamatan Sobang. Dilokasi ini, lebih dari 250 KK terkena dampak banjir.

Di Kabupaten Tangerang, banjir terjadi di Desa Mekarsari dan Desa Sukasaei, Kecamatan Rajeg, Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo, Desa Pisanganjaya, Kecamatan Sepatan, Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa. Dilokasi ini, lebih dari 1.500 KK terkena dampak dan 440 lebih rumah ternedam air.

Di Kabupaten Lebak, banjir terjadi di Desa Wanasalam, Katapangan, dan Desa Parungpanjang, Kecamatan Wanasalam. Kelurahan Cijoropasir dan Kelurahan Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebakgedong, Desa Situmulya, Kecamatan Cibeber, dan Desa Cidikit, Kecamatan Bayah.

Sementara di Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang, meski banjir masuk katagori ringan, namun tetap menganggu aktivitas warga. Banjir di kedua daerha tersebut juga berpotensi meluas, mengingat musim hujan yang diprediksi akan berlangsung sampai akhir bulan ini.

BACA JUGA: Penyempitan Alur Sungai Jadi Penyebab Banjir di Kota Serang

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin kepada wartawan Minggu (4/1/2026) mengakui, bencana banjir di sejumlah daerah lenih disebabkan cuaca ekstrem yang melanda sejak pertengahan Desember 2025.

“Sejak tanggal 19 Desember 2025 sampai dengan 19 Maret kami sudah menetapkan status Siaga Darurat Bencana di Provinsi Banten,” katanya.

Terkait bencana banjir yang melanda beberapa kabupaten/kota di Banten, pihaknya telah menerjunkan puluhan personel dan berkoordinasi dengan daerah terkait untuk melakukan penanganan dan membantu masyarakat yang terkena dampak bencana alam tersebut.

“Kami support, Dinsos Banten mengirim mendirikan dapur umum, membagikan paket sembako. Kami juga menyalurkan perlengkapan, peralatan dan personil dari BPBD. Sedang dari PUPR Banten normalisasi sungai-sungai atau resapan air lainnya,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga langsung ke lokasi bencana banjir untuk membantu masyarakat dan menerjunkan beberapa peralatan keselamatan. Hingga saat ini, personelnya masih dilokasi bencana untuk membantu masyarakat.

“Kami terjunkan puluhan personel dan dilengkapi dengan perahu karet, alat kebersihan, pelampung, dan lainnya. Sebisa mungkin kami bantu masyarakat yang terkena dampak banjir,” tuturnya.

Sementara, Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten, Beni Madsira mengatakan, hampir semua wilayah di Banten terkena bencana banjir, khususnya di Kabupaten Pandeglang. Terkait hal itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua pihak untuk melakukan penanganan cepat dilokasi kejadian.

“Semua personel relawan KSB sudah dilokasi untuk membantu penanganan banjir bersama dengan instansi lainnya. Kita terus sampaikan informasi terbaru mengenai bencana banjir di Banten, terutama di Kabupaten Pandeglang,” pungkadnya.

Madsira mengatakan, bencana banjir yang melanda beberapa daerah di Banten bukan hanya disebabkan oleh adanya curah hujan tinggi. Melainkan karena sebab lain yang dilakukan oleh pihak tertentu.

“Bukan hanya karena hujan lebat, tetapi adanya pendangkalan sungai, penyempitan aliran air, penggundulan hutan, dan lainnya. Jadi kalau persoalan-persoalan itu tidak dibenerin, ya banjir pasti akan terus terjadi,” imbuhnya.(Ald)

sumber: satelitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *