Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Regional

Prilaku Buruk Warga Sulitkan Pencegahan Bencana di Banten

Avatar photo
33
×

Prilaku Buruk Warga Sulitkan Pencegahan Bencana di Banten

Sebarkan artikel ini
Prilaku Buruk Warga Sulitkan Pencegahan Bencana di Banten
Kepala Pelaksana BPBD Banten, Lutfi Mujahidin mengajak warga peduli lingkungan dengan tidak membuang samaph ke sungai.

SERANG, INTTI.ID – Upaya pencegahan bencana tidak akan bisa efektif jika hanya mengandalkan peran pemerintah. Prilaku buruk warga juga menjadi penyebab sulitnya melakukan mitigasi bencana, khususnya terkait bencana hidrometeorologi, seperti banjir.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin kepada wartawan Jumat (9/1/2026). Dia mengatakan, perilaku warga menjadi tantangan serius dalam upaya mitigasi bencana.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Dalam upaya penanggulangan bencana, kesadaran warga terhadap lingkungan disebut menjadi faktor utama dalam menekan risiko, terutama yang berkaitan dengan banjir dan kerusakan lingkungan.

BACA JUGA: Banten Tetapkan Siaga Darurat Bencana

Menurutnya, berbagai program pembersihan yang dilakukan pemerintah daerah akan menjadi sia-sia bila tidak dibarengi dengan perubahan kebiasaan buruk warga sehari-hari, misalnya dengan tidak membuang sampah semabrang.

Mitigasi bencana bukan hanya perlu kolaborasi antar pemerintah daerah, tetapi juga harus ada peran serta warga yang peduli kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Ia mencontohkan persoalan sampah di aliran sungai yang hingga kini masih kerap ditemukan di sejumlah daerah di Provinsi Banten.

Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, terutama saat intensitas hujan meningkat.

“Kalau pemerintah melakukan pembersihan, tapi warganya masih suka buang sampah ke sungai, akan menjadi percuma,” tegasnya.

Lutfi menjelaskan, BPBD Banten selama ini tidak hanya fokus pada penanganan darurat saat bencana terjadi, tetapi juga menjalankan program edukasi kepada masyarakat.

BACA JUGA: Pemprov Banten Larang Mitra Sekolah Gratis Pungut Iuran Tambahan

Salah satunya, melalui kegiatan sosialisasi pascabencana yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman warga terhadap risiko bencana di lingkungan masing-masing.

“Kami punya kegiatan sosialisasi pascabencana, yang fokusnya mengajak dan mengedukasi masyarakat agar ketika terjadi bencana serupa atau kejadian lain, mereka bisa melakukan sesuatu,” katanya.

Menurutnya, langkah pencegahan paling sederhana justru bisa dimulai dari kesadaran individu. Tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke aliran sungai, dinilai sebagai bentuk mitigasi paling dasar namun berdampak besar.

“Pencegahan seperti tidak buang sampah di sungai itu bisa dimulai dari kesadaran diri,” tandasnya.(Ald)

sumber: banpos.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *