TANGERANG, INTTI.ID – Sarana pendidikan, terutama sekolah tidak luput dari banjir. Di Kabupaten Tangerang, Banten, setidaknya terdapat lima gedung SMP dan 12 SD terendam banjir menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan Tangerang Raya sejak Kamis (22/1/2026) hingga Jumat (23/1/2026).
Selain intensitas hujan yang tinggi, banjir yang merendam lima sekolah di Kabupaten Tangerang juga disebabkan akibat jebolnya tanggul air di sejumlah lokasi. Tanggul jebol karena tidak kuat menahan debit air yang besar.
Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang, Dedy Haryanto kepada wartawan Jumat (23/1/2026) siang mengatakan, pihak sekolah hingga saat ini masih melakukan upaya penyelamatan aset sekolah.
BACA JUGA: Pemkab Tangerang Tambah Anggaran Sekolah Gratis
“Terutama mencegah air merusak perlengkapan sekolah, terutama barang-barang elektronik, seperti komputer atau laptop dan lainnya,” ungkap Dedy.
Hingga kini, lanjut Dedy, pihaknya mencatat ada lima sekolah tingkat SMP yang terdampak banjir. Ia menjelaskan, salah satu sekolah yang terendam banjir SMPN 3 Pasar Kemis.
“SMPN 3 Pasar Kemis selama ini belum pernah kebanjiran, sekarang tergenang,” tambahnya.
Dedy mengatakan, pihaknya bersama pihak-pihak terkait terus memantau kondisi terkini dari debit air yang melanda sekolah-sekolah. Pihaknya juga berkoordinasi dengan sekolah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa segera kembali normal.
Nasib serupa juga menimpa pada sedikitnya 12 SD yang terendam banjir. Menyusul situasi tersebut, Dindik Kabupaten Tangerang memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah yang terdampak banjir.
Kepala Bidang (Kabid) SD Dindik Kabupaten Tangerang, Dilly Windu membenarkan ada sebanyak 12 SD yang terdampak banjir.
BACA JUGA: 6 Siswa SMAN 5 Kabupaten Tangerang Terluka Tertimpa Plafon Kelas
Sekolah-sekolah tersebut, kata Dilly, tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Pakuhaji, Teluknaga, Kosambi, Jayanti, dan Kresek. Dari jumlah tersebut, dua sekolah kondisinya paling parah dilanda banjir.
Dua sekolah yang kondisinya parah terendam banjir yakni, SDN Buaran Mangga 5, Desa Buaran Mangga, Kecamatan Pakuhaji, serta SD Lemo, Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga
Dilly menyampaikan, pihaknya telah menerapkan PJJ bagi sekolah terdampak banjir. PJJ, kata dia, untuk menjaga keselamatan dari cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan peserta didik.
Dilly menyampaikan, Dindik Kabupaten Tangerang telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor B/400.3.5.5/035/Dindik/2026 tentang PJJ bagi satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP yang terdampak banjir
“Penerapan PJJ mulai Senin (12/1/2026) sampai kondisi kembali normali. Saat ini curah hujan masih tinggi dan banjir masih belum surut,” imbuh Dilly.(Ald)
sumber: satelitnews















