Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Peristiwa

Pemkab Serang Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir

Avatar photo
3
×

Pemkab Serang Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir

Sebarkan artikel ini
Pemkab Serang Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir
Sekda Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana menerima bantuan bagi korban banjir dari PHRI, Selasa (3/2/2026).

SERANG, INTTI.ID – Bencana alam, terutama banjir di beberapa kota/kabupaten di Banten telah mereda. Namun tidak demikian dengan di Kabupaten Serang. Di daerah ini bencana banjir justru semakin meluas hingga merendam 28 kecamatan.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akhirnya memperpanjang status tanggap darurat bencana. Perpanjangan tanggap darurat bencana, khususnya banjir dimulai sejak 1 Februari 2026 hingga 14 hari mendatang.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana mengatakan, berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas tinggi bahkan ekstrim masih akan terjadi.

BACA JUGA: Dindik Banten Batasi Penggunaan Ponsel di Sekolah

Atas dasar tersebut, pihaknya mengusulkan kepada Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah untuk memperpanjang status tanggap darurat selama 14 hari.

“Kami mendapat bantuan dapur umum dari Kemensos (kementerian sosial),” kata Zaldi kepada wartawan usai menerima bantuan untuk korban bencana alam dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Selasa (3/2/2026).

Menurut Zaldi, Kemensos menyediakan peralatan dan tenaga memasak untuk kebutuhan dapur umum yang tersebar di Kecamatan Binuangen, Carenang dan Kecamatan Tanara.

Dalam sehari, petugas dapur umum memasak dua kali untuk dibagikan kepada warga korban banjir.

Tidak hanya dari Kemensos, menurut Zaldi, bantuannya bagi warga korban banjir juga datang dari kalangan swasta, seperti dari PHRI Kabupaten Serang.

Bantuan ini, kata dia, sangat dibutuhkan warga, terutama pengungsi di tiga kecamatan yang jumlahnya mencapai Rp1.650 orang.

“Bantuan yang bermanfaat dari PHRI menunjukan pengusaha dan pemerintah sama-sama ikut menanggulangi bencana,” ujarnya.

BACA JUGA: Pekerja Minta Bupati Tangerang Buka Kembali PT SLI

Terkait biaya tak terduga (BTT) yang digunakan untuk penanganan bencana, Zaldi mengungkapkan, pihaknya sudah menganggarkan sekitar Rp3,1 miliar.

Dari jumlah itu, Rp2,5 miliar untuk infrastruktur seperti normalisasi sungai, kemudian pembuatan tanggul dan sebagainya.

“Untuk keperluan perahu karet, pompa serta kebutuhan lainnya di BPBD sekitar Rp200 juta dan Dinsos untuk menambah baperstok sekitar Rp500 juta,” jelasnya.

Ketua PHRI Kabupaten Serang, Yurlena Rachman mengatakan, pihaknya menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam melalui Dinsos Kabupaten Serang. Untuk tahap satu, kata dia, ada 8 hotel yang mengirimkan bantuan bagi korban banjir.

“Kami inisiatif karena bermitra dengan Disporapar, bantuan berupa beras, air mineral, mie instan, minyak goreng dan susu. mudah-mudahan bermanfaat bagi warga yang membutuhkan,” ulasnya.

Hotel dan restoran yang menggalang bantuan bagi korban banjir di antaranya Pesona Krakatau, Acacia, Alisa Resort, Aston Anyer, Hiromi Glamling, Hotel Horison, Hotel Jayakarta dan Hotel West Cove.(ALD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *