Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Peristiwa

Kebakaran Gudang Kimia di Tangsel Diduga Picu Pencemaran Sungai Cisadane

Avatar photo
8
×

Kebakaran Gudang Kimia di Tangsel Diduga Picu Pencemaran Sungai Cisadane

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Gudang Kimia di Tangsel Diduga Picu Pencemaran Sungai Cisadane
Petugas DLHK Kota Tangsel mengambil sampel air dari gorong-gorong yang diduga tercemar kimia dari pabrik yang terbakar, Senin (9/2/2026).

TANGERANG, INTTI.ID – Aliran air pada drainase di pemukiman warga dekat kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mendadak berubah menjadi putih susu. Cairan yang mengalir hingga ke Sungai Cisadane tersebut juga mengeluarkan bau menyengat.

Cairan berbau menyengat tersebut mengalir setelah terjadi kebakaran gudang kimia yang berada di kawasan pergudangan Taman Tekno BSD, Senin (9/2/2026). Dugaan kuat cairan yang mencemari saluran air warga hingga ke sungai itu, berasal dari kebakaran pabrik kimia.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Pencemaran itu terjadi lantaran residu bahan kimia yang terbakar di dalam gudang mengurai dan mengalir mengikuti aliran air ke selokan hingga bermuara Sungai Cisadane.

BACA JUGA: Pelaku Judol Penerima Bansos di Lebak Terdeteksi Lewat NIK

Sungai yang diduga telah tercemar bahan kimia melintasi Perumahan De Latinos dan The Green Serpong. Dalam rekaman vidio, air yang semula cokelat telah berubah warna menjadi putih. Aroma menyengat tercium hingga banyak ikan yang mati.

Dugaan pencemaran diperkuat saat Pengawas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Yofi menerima laporan awal dari petugas keamanan Perumahan The Green mengenai adanya aliran kali yang diduga tercemar limbah.

“Kami dapat informasi dari sekuriti The Green ada kali yang tercemar limbah. Setelah kami cek ternyata kali itu tercemar dari kebakaran gudang kimia di Taman Tekno,” ujarnya kepada wartawan di lokasi pengambilan sampel.

Menindaklanjuti temuan tersebut, DLH Kota Tangsel langsung melakukan penelusuran dan pengecekan lokasi serta pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium. Pengambilan sampel air diambil dari empat lokasi yang dialiri selokan kawasan pergudangan Taman Tekno hingga sungai.

“Kami melakukan pengecekan dan pengambilan sampel, kami mengambil sampel di lokasi kebakaran, aliran air yang dialiri, gorong-gorong, sungai di area perumahan The Green,” jelasnya.

Yofi menambahkan, seluruh sampel air tersebut akan diperiksa di Laboratorium DLH Kota Tangsel, dengan estimasi waktu hasil uji laboratorium sekitar 14 hari kerja.

“Kami akan menguji lab sampel sampai 14 hari kerja,” katanya.

BACA JUGA: Ambisi Persita Kandas di Kandang Semen Padang

Sambil menunggu hasil pemeriksaan, DLH mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang berada di sekitar aliran sungai terdampak.

“Untuk masyarakat agar jangan mengkonsumsi ikan yang tercemar aliran air karena mengandung zat kimia,” imbaunya.

Sebelumnya, gudang kimia terbakar hebat di kawasan pergudangan Taman Tekno, Senin (9/2/2026) dini hari. Hingga siang, petugas masih melakukan proses pemadaman lantaran api sulit dipadamkan dengan air.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel, Omay Komarudin menyebut, ada 70 personel yang diturunkan guna memadamkan si jago merah.

“Masih proses pemadaman karena ada bahan kimia yang tidak bisa dipadamkan dengan air, kami sedang menunggu pasir. Itu bisa dipadamkan hanya dengan pasir,” paparnya.

Omay menyebut pencemaran itu diakibatkan mengurainya gudang kimia yang terbakar, sehingga cairan mengalir hingga ke sungai-sungai yang terhubung dengan aliran selokan kawasan gudang.

“Pencemaran air disebabkan bahan kimia yang terbakar dan terurai mengalir ke kali, akhirnya menimbulkan pencemaran,” tandasnya.(ALD)

sumber: satelitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *