SERANG, INTTI.ID – Gubernur Banten, Andra Soni terus melakukan upaya mengejar harapan untuk bisa menjadi tuan rumah Pekan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 mendatang. Salah satunya bersama Pemprov Lampung, mulai melakukan pendekatan kepada gubernur di seluruh Indonesia.
Lobi-lobi itu sengaja dilakukan Andra Soni untuk mendapatkan dukungan dari gubernur se tanah air. Karena penentuan tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga nasional tersebut, mekanismenya berdasarkan pemungutan suara seluruh provinsi di Indonesia.
Andra Soni optimistis Provinsi Banten bisa menjadi tuan rumah PON 2032. Pihaknya akan mengoptimalkan kelengkapan sarana dan prasarana penunjang serta membina para atlet guna meningkatkan kemampuan.
BACA JUGA: Ambisi Persita Kandas di Kandang Semen Padang
“Kami ingin Banten bisa menjadi tuan rumah PON. Kami berikan perhatian dan pembinaan kepada para atlet disamping melengkapi prasarana yang ada,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten, Ahmad Syaukani menambahkan, Pemprov Banten dan Pemprov Lampung sudah mendaftarkan diri sebagai kandidat tuan rumah bersama penyelenggaraan PON 2032.
Galang Dukungan Gubernur Se-Indonesia
Terkait itu, kedua pemerintah daerah ini sudah membagi tugas masing-masing untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi lain di Indonesia. Mengingat, proses seleksi akan dilakukan pada bulan Mei mendatang.
“Sekarang kami sudah melakukan pendekatan kepada provinsi-provinsi yang lain sebagai pemilik suara,” katanya kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).
Lebih lanjut Ahmad Syaukani menjelaskan, komunikasi yang dibangun Pemprov Banten dengan provinsi lain melalui jalur komunikasi biasa.
Selain itu, kata dia, dengan menawarkan beberapa keunggulan agar bisa menjadi tuan rumah. Seperti, adanya kemudahan akses baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Di Provinsi Banten ada Bandara Soekarno-Hatta sebagai akses melalui jalur udara, sedangkan melalui jalur laut ada pelabuhan penyebarangan Merak. Serta dilengkapi infrastruktur penunjang kegiatan olahraga, seperti Banten Internasional Stadium (BIS)
“Fasilitas sarana prasarana kami lebih memadai. Kami enggak usah bangun stadion baru. Kami rasa hampir seluruh cabang olahraga ada di Banten. Di Tangerang saja semua lengkap dan berstandar internasional,” tambahnya.
Syaukani mengatakan, kewajiban jaminan keikutsertaan dalam proses bidding pada Mei mendatang senilai Rp7 Miliar akan ditanggung bersama Pemprov Banten dan Lampung.
Adapun biaya pendaftaran, sebelumnya sebesar Rp2 Miliar telah dipenuhi dengan kontribusi masing-masing Rp1 Miliar.
“Kami juga sudah berjalan bersama dengan KONI Banten agar Banten bisa menjadi tuan rumah PON. Semoga semuanya berjalan lancar dan tidak ada masalah,” tandasnya.(ALD)
sumber: satelitnews















