Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Regional

DLH dan Polisi Periksa Kandungan Pestisida Air Sungai Cisadane

Avatar photo
2
×

DLH dan Polisi Periksa Kandungan Pestisida Air Sungai Cisadane

Sebarkan artikel ini
Petugas memeriksa kondisi Sungai Cisadane terkait banyak ikan yang mati akibat pencemaran

TANGERANG.INTTI.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang dan Polres Metro Tangerang melakukan uji laboratorium kandungan air di aliran sungai Cisadane. Pengujian ini terkait kematian massal ikan yang diduga akibat pencemaran limbah pasca-kebakaran sebuah gudang pestisida di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel).

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLH Kota Tangerang, Hendro Pratama Syahputra mengatakan, pihaknya tengah menguji kadar pestisida dalam air. Pemeriksan air ini untuk mengetahui kadari tercemarnya air.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Hendro menyampaikan, berdasarkan data dari alat pemantau atau Onlimo kualitas air secara real-time, bahwa indikator fisika dan kimia air secara umum sebenarnya masih menunjukkan level normal. Namun, terdapat anomali pada tingkat kekeruhan dan kadar oksigen.

“Indikator fisika kimia masih normal, hanya saja kadar Oxygen Demand (OD) atau kekeruhannya memang berada di bawah standar,” kata Hendro, Selasa, (10/2/2026).

Hendro menegaskan, DLH Kota Tangerang mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat untuk sementara waktu tidak mengonsumsi ikan hasil tangkapan dari Sungai Cisadane.

Hendro menambahkan, hingga saat ini, pihaknya tengah melakukan koordinasi lintas wilayah terutama dengan Pemkot Tangsel. DLH Tangerang Selatan dan Kementerian Lingkungan Hidup juga dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan pengambilan sampel air di titik hulu yang diduga menjadi sumber utama pencemaran.

Sementara itu Perumda Tirta Benteng memastikan kualitas air bersih yang kembali disalurkan secara bertahap kepada pelanggan dalam kondisi aman dan memenuhi standar baku mutu.

Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana mengatakan, pencemaran pertama kali terdeteksi pada aliran air baku di Cikokol milik Kabupaten Tangerang sekitar pukul 22.00 WIB. Indikasinya berupa bau tidak sedap, adanya kandungan minyak, serta matinya ikan-ikan secara mendadak.

“Untuk menjaga kualitas air bagi pelanggan, kami langsung menghentikan seluruh aliran distribusi air secara total,” ujarnya.

Setelah penghentian aliran, tim teknis melakukan pemeriksaan air secara berkala setiap 15 hingga 30 menit. Hasil pemantauan menunjukkan, pada pukul 00.00 WIB, air sudah tidak lagi terindikasi tercemar, baik secara bau maupun kandungan bahan kimia.
(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *