Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

Pemudik Bakal Diurai Masuk Tiga Pelabuhan di Cilegon

Avatar photo
5
×

Pemudik Bakal Diurai Masuk Tiga Pelabuhan di Cilegon

Sebarkan artikel ini
Pemudik Bakal Diurai Masuk Tiga Pelabuhan di Cilegon
Mulai 14 Maret 2026, Polda Banten akan melakukan pembatasan kendaraan pada jalur Tol Tangerang-Merak maupun non tol menuju Pelabuhan Merak.

TANGERANG, INTTI.ID – Polda Banten tengah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.

Nantinya, pemudik bakal diarahkan masuk ke tiga pelabuhan penyeberangan di Kota Cilegon berdasarkan jenis kendaraan.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

“Rekayasa ini untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran kendaraan menuju pelabuhan penyeberangan,” ungkap Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).

Dia mengatakan pengaturan dilakukan dengan sistem pembagian pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan. Untuk penumpang pejalan kaki, mobil pribadi, mobil pick up, mobil elf, dan bus akan diarahkan melalui Pelabuhan Merak.

BACA JUGA: Jalan Rusak di Pasar Kemis Makan Korban, Pengamat Trisakti: Bupati Tangerang Bisa Dipidana

Sedangkan untuk pemudik sepeda motor dan truk golongan 6B menggunakan Pelabuhan Ciwandan. Kemudian untuk kendaraan truk golongan 7, golongan 8, dan golongan 9 diarahkan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara.

Rekayasa tersebut berlaku mulai Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

Buffer Zone Pemudik Sepeda Motor Mulai dari Polresta Tangerang

Selain itu, Polda Banten juga menyiapkan rest area dan buffer zone bagi pengendara roda dua dari wilayah hukum Polresta Tangerang hingga Pelabuhan Ciwandan.

Titik buffer zone di antaranya berada di Gerbang Tol Cikupa Mas, Gerbang Tol Balaraja Timur, Gerbang Tol Balaraja Barat, Pos Pelayanan Kawasan Modern Cikande, Mapolresta Serang Kota dengan kapasitas sekitar 1.000 sepeda motor.

Sejumlah lokasi di wilayah hukum Polres Cilegon, seperti Subsektor Grogol, belakang Pemkot Cilegon, parkiran Polres Cilegon, Jalan Lingkar Selatan, dan depan Sarimanis BCA, juga menjadi rest area dan buffer zone bagi pemudik.

“Kami juga memberlakukan pembatasan kendaraan pada jalur Tol Tangerang–Merak maupun jalur non-tol menuju Pelabuhan Merak pada periode yang sama,” katanya.

Untuk mencegah penumpukan kendaraan, pembelian tiket penyeberangan dibatasi dalam radius 4,71 kilometer dari area pelabuhan dengan titik acuan di Hotel Pesona Merak.

Terapkan One Way di Jalur Wisata Anyer-Carita

Pengamanan juga difokuskan di jalur wisata, khususnya kawasan Pantai Anyer-Carita. Di lokasi tersebut akan diberlakukan sistem satu arah (one way) secara situasional.

Rekayasa one way, lanjut Kombes Pol Maruli Ahiles, akan diberlakukan mulai Polsek Anyer sampai Pantai Mandalika untuk one way pendek, dan dari Polsek Anyer sampai Simpang Teneng untuk one way panjang.

“Pukul 06.00 sampai 09.00 WIB diprioritaskan jalur masuk, sedangkan pukul 16.00 sampai 18.00 WIB diprioritaskan jalur keluar,” jelasnya.

Sementara kendaraan sepeda motor, mobil elf, mobil pribadi, dan pick up disediakan jalur alternatif melalui Simpang Teneng–Padarincang.

Polda Banten mengimbau masyarakat mematuhi aturan dan arahan petugas di lapangan agar arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan aman dan lancar.

Sebelumnya, pemerintah membatasi operasional kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas selama masa Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Provinsi Banten.

Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kondisi jalan tol dan nasional saat volume kendaraan meningkat pada periode mudik dan arus balik.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan, pembatasan kendaraan tersebut bertujuan mengurangi beban jalan di tengah lonjakan lalu lintas.

“Kami akan lakukan pembatasan terhadap transportasi darat yang menggunakan kendaraan sumbu tiga ke atas,” ujar Dudy.

Selain pembatasan angkutan berat, pemerintah juga mempercepat perbaikan infrastruktur jalan menjelang puncak arus mudik. Perbaikan ditargetkan rampung paling lambat H-10 sebelum Lebaran.

“Kami harapkan H-10 sudah bisa selesai perbaikannya. Syukur-syukur H-12 sudah bisa selesai,” katanya.(ALD)

 

sumber: satelitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *