TANGERANG, INTTI.ID – Bulan Ramadan biasanya banyak beredar aneka macam jajanan untuk menjadi menu pembuka puasa. Namun masyarakat diminta cermat dalam memilih menu pembuka puasa. Tidak menutup kemungkinan aneka jajanan puasa mengandung zat berbahaya.
Inilah yang tengah diawasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Banten. Dengan menggandeng BPOM, Disperindag dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinkes membentuk tim khusus (Timsus) pengawasan menu pembuka puasa.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan, Timsus Menu Berbuka Puasa atau yang dikenal dengan sebutan takjil, dibentuk untuk mencegah beredarnya makanan yang membahayakan kesehatan masyarakat.
BACA JUGA: Ratusan Koperasi Merah Putih di Banten Belum Maksimal
“Tim akan melakukan pengawasan secara ketat makanan khusus puasa yang beredar di pasaran,” imbuh Hendra Tarmizi kepada wartawan, baru-baru ini.
Hendra Tarmizi, mengatakan kolaborasi lintas instansi ini dilakukan untuk memastikan makanan berbuka yang banyak diburu masyarakat muslim, bahkan non muslim selama berlangsungnya Ramadan, tetap aman dikonsumsi.
Menurut Hendra, pengawasan difokuskan pada pencegahan penggunaan bahan berbahaya dalam makanan, seperti formalin, rhodamin B, boraks, maupun metanil yellow.
Zat-zat tersebut kerap disalahgunakan sebagai bahan tambahan oleh oknum tidak bertanggung jawab demi mempercantik tampilan atau memperpanjang daya simpan makanan.
Pengawasan akan dimulai sejak awal Ramadan. Indikator pemeriksaan meliputi aspek kebersihan, penggunaan bahan pengawet, serta pewarna makanan yang berisiko bagi kesehatan.
“Kami juga telah membentuk tim khusus untuk melakukan pengawasan terhadap makanan atau takjil yang kerap dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Gencarkan Sosialisasi dan Edukasi
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudihartono mengakui pihaknya turut berperan dalam menjamin keamanan pangan yang beredar di masyarakat, termasuk jajanan menu pembuka puasa.
Ujang menegaskan, pihaknya terus gencar menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat agar cermat dalam memilih jajanan puasa.
Ujang juga mengingatkan para pedagang, khususnya pedagang daging dan sayuran, untuk tidak menggunakan bahan berbahaya dalam menjual dagangannya.
“Kami sudah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pedagang agar mereka memperhatikan sisi higienis dan sanitasi, karena dua faktor itu awal dari pengolahan berbagai jenis makanan,” jelasnya.(ALD)
sumber: satelitnews











