Peristiwa

Aksi Bunuh Diri Pria Paruh Baya di Cisadane Digagalkan Polisi

Avatar photo
4
×

Aksi Bunuh Diri Pria Paruh Baya di Cisadane Digagalkan Polisi

Sebarkan artikel ini
Aksi Bunuh Diri Pria Paruh Baya di Cisadane Digagalkan Polisi
Petugas Polres Metro Tangerang Kota menenangkan pria paruh baya yang hendak bunuh diir di Sungai Cisadane, Selasa (31/3/2026).

TANGERANG, INTTI.ID – Aksi nekat percobaan bunuh diri terjadi di Jembatan Sungai Cisadane, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Senin (30/3/2026) sore.

Seorang pria paruh baya nekat mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara meloncat dari jembatan. Namun aksinya tersebut digagalkan petyugas kepolisian bersama tim pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kejadian.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari menjelaskan, sekitar pukul 17.50 WIB. pihaknya menerima laporan dari warga yang menyebutkan ada seorang pria yang hendak terjun dari jembatan Cisadane.

BACA JUGA: Ritual Ceng Beng di Kuburan Cina Bawa Berkah Bagi Warga Tangerang

Menindaklanjuti laporan warga tersebut, personel piket fungsi langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).

“Anggota kami segera ke lokasi dan melakukan upaya persuasif dengan membujuk korban agar mengurungkan niatnya,” ujar Jauhari kepada wartawan, Selasa (31/3/2026)

Lanjutnya, petugas kemudian berkoordinasi dengan Tim Damkar UPT Cibodas untuk membantu proses evakuasi. Setelah melalui proses negosiasi, korban akhirnya berhasil diamankan dalam kondisi selamat.

“Korban berhasil dievakuasi dengan bantuan Damkar dan langsung diamankan untuk diberikan pertolongan pertama psikologis lebih lanjut,” imbuhnya.

Korban diketahui berinisial Z (59), seorang wiraswasta warga Karawaci. Kepada petugas ia mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena mengalami depresi akibat penyakit asam lambung yang tidak kunjung sembuh.

BACA JUGA: Warga Tangerang Diminta Waspada Penyakit Pasca Lebaran

“Korban mengaku mengalami tekanan psikis karena sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh,” ungkap Jauhari.

Usai dievakuasi, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, baik secara medis maupun psikologis.

Polisi mengimbau warga untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama terhadap individu yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau tekanan mental.

“Jika menemukan kondisi serupa, kami harap warga segera melaporkan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat,” tandasnya.(ABE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *