TANGERANG, INTTI.ID – Warga Sarana Indah Permai, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mendadak heboh. Mereka menemukan ribuan ikan mati secara aneh di tandon perumahan tersebut.
Kematian ribuan ikan di penampungan air tersebut cukup mengkhawatirkan warga. Mereka mendesak pihak terkait di Pemkot Tangsel mencari tahu sebab musabab kematian ribuan ikan dari berbagai jenis tersebut.
Sulistiawati, warga setempat mengungkapkan, fenomena aneh tersebut sudah terjadi sejak Kamis (8/1/2026). Dia mengatakan awalnya hanya terlihat beberapa ikan yang mati. Sedangkan kondisi air tandon masih terlihat normal belum menghitam.
BACA JUGA: Bikin Banjir, Ratusan Rumah Warga Kasemen Serang Bakal Dgusur
Namun hingga Minggu (11/1/2026), ikan yang mati di penampungan air itu jumlahnya semakin banyak, bahkan diperkirakan mencapai ribuan. Ikan yang mati terlihat mengambang di permukaan air yang warnanya juga tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat.
“Ini mah semua ikan mati, airnya juga sudah berubah jadi hitam banget,” ujarnya.
Menurutnya, warga tidak mengetahui secara pasti penyebab kematian ikan-ikan tersebut. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT. Sejumlah warga bergotong royong mengangkat bangkai ikan dari tandon.
Sulistiawati menjelaskan, di sekitar lokasi tidak terdapat kawasan industri. Tandon tersebut selama ini berfungsi sebagai penampungan limbah rumah tangga. Namun, ia menduga ada limbah dari luar kawasan yang masuk ke tandon tersebut.
“Tidak ada pabrik apapun di sini, cuma tandon limbah rumah tangga. Tapi mungkin ada limbah dari luar yang masuk ke sini,” duganya.
Selain itu, warga juga mencium bau menyengat dari ribuan bangkai ikan yang membusuk, sehingga mengganggu aktivitas dan kenyamanan lingkungan. Warga menyebut ikan yang mati di antaranya adalah ikan mujair dan nila dan lainnya.
BACA JUGA: Warga Korban Banjir Cilegon Desak Perbaikan Menyeluruh
“Airnya baunya banget, ribuan ikan mati semua nggak ada yang ngambil. Akhirnya warga inisiatif mengakngatnya dari danau lalu dibakar,” ungkapnya.
Meski telah dibersihkan sebagian, bangkai ikan terus bermunculan dan bau tak sedap masih tercium kuat. Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan kualitas air dan menelusuri sumber pencemaran.
“Kami inginnya air ini diperiksa tercemar limbah apa dan dari mana, karena selama dua tahun ini baik-baik saja,” jelasnya.
Hingga saat ini, warga masih bergotong royong membersihkan bangkai ikan secara manual menggunakan jaring ikan yang diikatkan ke bambu.(Ald)
sumber: satelitnews















