Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaRegional

Antisipasi Virus Nipah, Pemantauan Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Ditingkatkan

Avatar photo
17
×

Antisipasi Virus Nipah, Pemantauan Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Ditingkatkan

Sebarkan artikel ini
ilustrasi aktivitas penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

SERANG.INTTI.ID — Dinas Kesehatan Provinsi Banten memperketat pemantauan pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Seotta). Langkah ini dilakukan untuk mengatisipasi masuknya virus nipah yang dibawa penumpang via bandara.

Virus Nipah adalah penyakit virus yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh kelelawar buah dan dapat menular ke manusia dan hewan lainnya.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Diperketatnya pengawasan pergerakan penumpang do Badara Soetta ini seiring tingginya pergerakan penumpang. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, sistem surveilans aktif kini kembali dibangkitkan kewaspadaannya dengan menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai salah satu titik krusial pengawasan.

Ia menjelaskan penguatan pengawasan dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta.
Ati menyebut seluruh penumpang yang datang, khususnya dari wilayah endemis, akan menjadi sasaran pemeriksaan awal kesehatan.
Ati menambahkan kewaspadaan ini diperkuat seiring informasi bahwa sejumlah negara mulai meningkatkan status siaga.

Saat ditanya mengenai dampak virus Nipah, Ati menegaskan penyakit tersebut tergolong berat. Menurut dia, kewaspadaan tetap perlu dijaga meski dinamika penyakit menular terus berubah.

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) juga sudah meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan udara dari luar negeri, sebagai upaya mengantisipasi kemunculan kasus penularan virus Nipah.

Ia mengatakan penguatan pengawasan hingga skrining kesehatan ini akan disesuaikan secara dinamis mengikuti perkembangan situasi terkini.

Penerapan protokol kesehatan utama yang saat ini bakal berlaku meliputi maskapai penerbangan wajib melakukan pemeriksaan kesehatan awal di titik keberangkatan hingga pengecekan status kesehatan dari setiap pelaku perjalanan udara.

Terhadap pelaku perjalanan udara yang masuk ke Tanah Air, lanjutnya, akan dilakukan pengawasan ketat. Namun bila menunjukkan gejala-gejala yang mengarah ke ciri virus Nipah, maka harus mematuhi pedoman kesehatan.

Otoritas bandara saat ini telah menyiagakan sejumlah pos pemeriksaan khusus di area terminal penerbangan dengan dilengkapi thermal scanner, petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan visual terhadap penumpang penerbangan tersebut.

Dia mengaku hingga kini kasus penyebaran Nipah di Indonesia belum ditemukan. Namun pihaknya tetap bersiaga dan memperkuat pengawasan terhadap kemunculan wabah itu.(*)

Sumber: Antaranews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *