Nasional

Awas, Tol Tangerang-Merak Rawan Aquaplaning

Avatar photo
45
×

Awas, Tol Tangerang-Merak Rawan Aquaplaning

Sebarkan artikel ini
Awas, Tol Tangerang-Merak Rawan Aquaplaning
Pengendara memperlambat laju kendaraannya di Tol Tangerang-Merak yang terendam banjir, Sabtu (24/1/2026).

SERANG, INTTI.ID – Pengelola Jalan Tol Tangerang-Merak (Tamer) mengingatkan para pengendara untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya aquaplaning atau tergelincir menyusul banjir yang merendam sejumlah ruas jalan bebas hambatan tersebut.

Kepala Divisi Operasi dan Pemeliharaan Astra Tol Tamer, Sri Mulyo kepada wartawan Sabtu (24.1/2026) mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara intensif ketinggian air yang merendam jalan tol.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Terlebih, kata dia, intensitas hujan yang tinggi diperkirakan masih akan berlangsung sampai pertengahan Fabruari 2026 nanti.

BACA JUGA: Warga Korban Banjir di Tangerang Diminta Waspada Kencing Tikus

Karena itu, Sri Mulyo kembali meminta para pengguna Tol Tamer untuk menjaga keselamatan dalam mengendara. Sri Mulyo mengimbau pengendara menjaga jarak aman untuk mewaspadai potensi terjadinya aquaplaning.

“Pengendara sebaiknya menghindari manuver mendadak, seperti pengereman atau perpindahan lajur secara tiba-tiba terutama saat melintas di area dengan genangan air,” jelasnya.

Sri Mulyo menyebut, genangan air yang merendam sejumlah ruas Tol Tamer berasal dari lupan Sungai Ciujung. Meski terendam, namun menurut Sri Mulyo, jalan tol masih bisa dilalui semua jenis kendaraan.

“Yang penting para pengguna kendaraan harus hati-hati, tetap menjaga jarak aman,” imbuhnya..

Lebih jauh Sri Mulyo mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya optimal dalam menangani genangan banjir yang terjadi di beberapa ruas tol, seperti di KM 38 arah Jakarta dan KM 50 arah Merak-Tangerang.

Sri Mulyo mengatakan, berdasarkan hasil inspeksi berkala selama 24 jam hasil pemantauan di lapangan, ketinggian genangan air di KM 38 arah Jakarta tercatat sekitar ±15–40 Cm.

Sedangkan di KM 50 pada kedua arah Merak dan Jakarta ketinggian genangan berada pada kisaran ±30–80 Cm dengan titik genangan terdalam di arah Merak.

“Kami terus melakukan upaya penanganan agar keselamatan dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga dengan baik,” katanya.

BACA JUGA: Pemkot Tangerang Tambal Tanggul Jebol Pakai Karung Pasir

Berbagai upaya itu, kata Sri, seperti pengerahan petugas siaga di lokasi untuk pemantauan dan pengaturan lalu lintas. Lalu pemasangan rambu peringatan dan pengamanan area genangan guna meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.

Selanjutnya pembuatan tanggul sementara menggunakan sandbag berlapis di sepanjang ROW dan bahu jalan area genangan serta embuatan dan pengaturan tali-tali air guna mengarahkan aliran air dan mempercepat proses surutnya genangan.

“Kami juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait, diantaranya Balai Jalan, Balai Sungai Provinsi Banten serta pihak kepolisian,” ujarnya.

Banjir Tol Akibat Luapan Sungai Ciujung

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin mrngatakan, banjir di ruas Tol Tamer bukan kali pertama terjadi. Banjir di sekitar KM 50 sampai KM 60 Tol Tangerang–Merak lebih disebabkan luapan Sungai Ciujung ketika terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi.

“Luapan air sungai menyebabkan sistem drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga air meluber hingga ke badan jalan tol dan mengganggu aktivitas pengguna jalan,” ujarnya lagi.

Akibat genangan tersebut, kendaraan terpaksa mengurangi kecepatan bahkan sempat terjadi kepadatan lalu lintas di beberapa titik.

Petugas kepolisian dan pengelola jalan tol diterjunkan untuk mengatur arus kendaraan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.

Selain di KM 50 hingga KM 60, BPBD mencatat beberapa ruas tol lain di wilayah Tangerang juga pernah terdampak banjir pada kejadian sebelumnya. Salah satunya di ruas Tol Jakarta–Tangerang KM 24 yang kerap tergenang saat hujan deras.

“Di wilayah Tangerang bagian barat, beberapa ruas memiliki potensi banjir, termasuk di KM 24 Tol Jakarta–Tangerang. Polanya hampir sama, yaitu akibat luapan air saat hujan dengan durasi lama,” jelas Lutfi.

BPBD Provinsi Banten saat ini terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengelola jalan tol untuk melakukan pemantauan serta langkah penanganan darurat di lokasi terdampak.

“Kami mengimbau pengendara agar berhati-hati, terutama saat hujan deras, karena potensi genangan masih bisa terjadi,” tandasnya.(Ald)

sumber: satelitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *