Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Regional

Banjir Rendam Ribuan Rumah, BPBD Rekomendasikan Status Siaga Darurat ke Pemkab Serang

Avatar photo
23
×

Banjir Rendam Ribuan Rumah, BPBD Rekomendasikan Status Siaga Darurat ke Pemkab Serang

Sebarkan artikel ini
Petugas BPBD Kabupaten Serang melakukan asesmen pendataan terhadap warga terdampak banjir, di Kecamatan Pontang, kemarin. Foto : BPBDKabupatenSerang/Bantenekspres.co.id

SERANG.INTTI.ID — Kapala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat menyatakan pihaknya telah merekomendasikan tatus siaga bencana ke Pemkab Serang. Rekoemdasi ini terkait ribuan rumah di beberapa wilayah di Kabupaten Serang, setelah dua hari hujan deras dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah itu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang merilis, hujan deras yang mengakibatkan banjir merendam rumah dengan ketinggian air yang bervariatif. Di Kecamatan Kibin, banjir terjadi tepatnya di Desa Ketos dan Desa Nagara. Kemudian, di Kecamatan Kramatwatu banjir terjadi di Desa Pamengkang dan Desa Tonjong, lalu di Kecamatan Padarincang terjadi di Desa Barugbug.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Selanjutnya, di Kecamatan Lebakwangi terjadi di Desa Bolang, sementara di Kecamatan Ciruas itu terjadi di Desa Cigelam dan Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) di Desa Ranjeng.

Tidak hanya itu, banjir juga terjadi di Kecamatan Tirtayasa di Desa Tengkurak, dan Kecamatan Pontang di Desa Sukajaya, serta beberapa desa di Kecamatan Anyer.

Dampak dari banjir ini, merendam sebanyak 1.698 rumah termasuk juga fasilitas umum seperti, mushala, sekolah, masjid, dan askes jalan pun ikut terendam.

Apabila dirangkum keseluruhan dengan bencana angin kencang, pergerakan tanah, maka terdapat 1.707 rumah dengan 2.051 kepala keluarga dari 5.849 jiwa terdampak.

Dari jumlah jiwa terdampak tersebut, terdapat 175 jiwa Lanjut Usia (Lansia) dan 191 bayi usia di bawah lima tahun (Balita) juga ikut terdampak.

Kapala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan, Tinggi Muka Air (TMA) akibat banjir bervariatif seperti di Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, kurang lebih 30 sampai 40 centimeter.

Sedangkan, di Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, kurang lebih tinggi airnya mencapai 30 centimeter sampai 70 centimeter, namun saat ini semua wilayah sudah berangsur surut banjirnya.

Petugas masih berupaya melakukan penanganan dan pemantauan di lokasi banjir, bekerjasama dengan BPBD Provinsi Banten, Dinsos Kabupaten Serang juga melakukan pendistribusian logistik.

“Kalau di Perumahan BCP Ciruas, petugas sudah menyiapkan alat penyedot air atau Alkon. Lalu, sebagian warga terdampak banjir ada yang evakuasi mandiri ke rumah saudara dan tempat aman lainnya, sementara petugas masih melakukan olah data mutakhir,” katanya, Minggu 4 Januari 2026.

Ajat mengaku, ada beberapa yang dialami petugas di lapangan seperti, sarana prasarana yang minim, kendaraan operasional, lokasi kejadian tersebar di beberapa kecamatan dan nomor utama operator pusdalops sedang rusak.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah merekomendasikan untuk dilakukan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk antisipasi pergerakan tanah, dan normalisasi perbaikan irigasi untuk antisipasi luapan air yang dapat mengakibatkan banjir.

“Kita merekomendasikan, penerbitan status siaga darurat, pemenuhan kebutuhan sarana prasarana lapangan, penyiagaan personil. Kemudian, rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi, rekomendasi untuk membangun TPT dan normalisasi perbaikan irigasi air,” ujarnya.

Dikatakan Ajat, terdapat kebutuhan mendesak di lapangan yang harus segera dilakukan yaitu, makanan siap saji, pakaian, family kit, obat-obatan, terpal, dan material.

Hal itu dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan para warga terdampak banjir, serta sumberdaya di lokasi ada petugas BPBD, Basarnas, TNI Polri, PMI, Tagana, kecamatan, desa, relawan, PLN, dan unsur masyarakat.

“Ini kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi, supaya warga yang terdampak banjir dapat ringan bebannya. Kami sudah berkoordinasi, semoga secepatnya dapat ditangani kebutuhan mendesak tersebut,” ucapnya. (*)

Sumber: Bantenekspres.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *