Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Peristiwa

Bikin Banjir, Ratusan Rumah Warga Kasemen Serang Bakal Dgusur

Avatar photo
26
×

Bikin Banjir, Ratusan Rumah Warga Kasemen Serang Bakal Dgusur

Sebarkan artikel ini
Bikin Banjir, Ratusan Rumah Warga Kasemen Serang Bakal Dgusur
Wali Kota Serang, Budi Rustandi menelusuri sungai yang alirannya menyempit di kawasan Banten Lama, Minggu (11/1/2025).

SERANG, INTTI.ID – Sebanyak 210 rumah warga di lingkungan Kroya, Kelurahan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, bakal digusur. Ratusan hunian warga tersebut ditertibkan karena berdiri di daerah aliran sungai (DAS).

Karena lahannya digunakan untuk mendirikan bangunan rumah, akhirnya terjadi penyempitan DAS dari semula 15 meter, kini hanya menyisakan sekitar 1 meter saja. Ratusan rumah warga itulah yang disebut-sebut menjadi penyebab banjir di Kota Serang.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Wali Kota Serang, Budi Rustandi saat meninjau lokasi banjir di kawasan itu mengatakan, pembongkaran rumah warga yang berdiri di atas lahan sungai akan dilakukan dalam waktu dekat dengan melibatkan unsur Forkopimda.

Penggusuran, kata Budi, dilakukan melalui pendekatan humanis, sehingga meminimalisir terjadinya konflik horizontal antara petugas dengan warga penghuni bangunan.

BACA JUGA: Penyempitan Alur Sungai Jadi Penyebab Banjir di Kota Serang

“Penertiban untuk direlokasi (pindah) bukan kekerasan. Kalau dibiarkan, justru resiko banjir akan terus mengancam warga,” kata Budi Rustandi kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).

Budi menjelaskan, Banten Lama merupakan kawasan cagar budaya di Kota Serang. Pada masa Kesultanan Banten, kata Budi, Banten Lama memiliki kanal yang berfungsi optimal karena tata ruang terkelola dengan baik.

Karena itu, kata wali kota, untuk mengembalikan fungsi kanal dan sungai seperti semula, penanganannya memerlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, khususnya para pemilik bangunan yang berdiri di atas DAS.

“Penanganan banjir tidak boleh menunggu bencana terjadi,” ujarnya,

Menurutnya, normalisasi empang dan kanal menjadi kewenangan Provinsi Banten, sedangkan Pemkot Serang akan fokus pada revitalisasi kanal agar kembali berfungsi seperti era Kesultanan Banten.

“Jangan sampai di Kota Serang terjadi banjir besar seperti di Sumatera,” imbuhnya.

Sedangkan Wakil Wali Kota Serang, Nur Agus Aulia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk percepatan penanganan bencana banjir. Ia juga menyoroti kesiapsiagaan pelayanan kesehatan saat dan pascabanjir.

“Banjir bukan hanya soal air, tapi juga dampaknya terhadap kesehatan. Setelah banjir, PR kami berikutnya normalisasi sungai dan menjaga kesehatan masyarakat,” katanya.

BACA JUGA: Warga Korban Banjir Cilegon Desak Perbaikan Menyeluruh

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin menyampaikan, banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut telah terpetakan dengan jelas. Berdasarkan laporan lapangan, katanya penanganan akan fokus pada titik-titik krusial penyebab luapan air.

“Banjir di Kroya dan Kanal Banten Lama sudah termitigasi. Laporan dari lapangan menyatakan penanggulangan siap dilakukan dan titik banjir harus segera diselesaikan,” ujarnya.

Menurut Nanang, penyebab utama banjir adalah penyempitan DAS akibat bangunan liar (Bangli) dan rendahnya kesadaran warga dalam menjaga lingkungan, khusunya sungai.

“Kalau sungai dijadikan tempat pembuangan sampah, tentunya akan semakin menyempit,” tandasnya.(Ald)

sumber: satelitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *