Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Regional

BPBD Sebut Resiko Kebakaran Meningkat saat Ramadan

Avatar photo
3
×

BPBD Sebut Resiko Kebakaran Meningkat saat Ramadan

Sebarkan artikel ini
BPBD Sebut Resiko Kebakaran Meningkat saat Ramadan
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar meminta warga waspada terhadap potensi kebakaran selama Ramadan, Kamis (26/2/2026).

TANGERANG, INTTI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten, mengajak warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama Bulan Suci Ramadan.

“Aktivitas memasak yang meningkat saat sahur maupun berbuka puasa berpotensi menimbulkan resiko kebakaran jika tidak diiringi dengan kehati-hatian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar Kamis (26/2/2026).

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Dia menjelaskan, pihaknya mengingatkan agar warga selalu memastikan kompor dalam kondisi mati setelah selesai digunakan, baik saat memasak sahur maupun berbuka puasa.

BACA JUGA: Ribuan Warga Miskin Kota Tangerang Terima BSU

Selain itu, aktivitas memasak harus selalu diawasi dan tidak ditinggalkan dalam kondisi api masih menyala.

“Peningkatan aktivitas di dapur saat Ramadan perlu diimbangi dengan kesadaran akan keselamatan. Kelalaian kecil bisa berakibat fatal dan memicu kebakaran,” kata Mahdiar, Kamis (26/2/2026).

Selain faktor dapur, lanjut Mahdiar, pihaknya juga mengingatkan warga untuk tidak bermain petasan karena berpotensi memicu percikan api dan menyebabkan kebakaran, terutama di lingkungan permukiman padat penduduk.

Warga juga dianjurkan menyiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah sebagai langkah antisipasi awal jika terjadi kebakaran serta mengingatkan pentingnya memeriksa instalasi listrik secara berkala.

Kabel yang terkelupas, stop kontak bertumpuk, serta peralatan listrik yang dibiarkan terhubung saat tidak digunakan dapat meningkatkan risiko korsleting.

“Kami minta warga mencabut steker peralatan listrik yang tidak dipakai,” imbuhnya.

Terakhir Mahdiar juga mengimbau warga menghindari penggunaan lilin sebagai sumber penerangan dan menggantinya dengan lampu yang lebih aman serta sesuai standar keselamatan.(ABE/ALD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *