LEBAK.INTTI.ID — Kepemimpinan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah dinilai tidak mempunyai arah yang jelas dan hanya menjadi bemper oligarki.
Tudingan itu disampaikan sejumlah mahasiswa Lebak yang melakukan unjuk rasa memperingati satu tahun kepemimpinan Hasbi Jayabaya dan Amir Hamzah, Senin (2/3/2026).
Mahasiswa yang berunjukrasa ini berasal dari sejumah elemen. Mereka menggelar demontrasi di Kantor Bupati Lebak.
Korlap aksi dari HMI, Ananda Widyannugraha mengatakan, satu tahun adalah waktu yang cukup untuk menunjukkan arah dan keberpihakan kepemimpinan. Namun hingga hari ini, pihaknya menilai masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang belum terselesaikan dan bahkan memunculkan dugaan maladministrasi serta ketidakadilan sosial.
“Ini bukti ketiga becusan bupati, karena banyak anggaran yang dialokasikan tidak benar-benar prioritas, contoh soal pembangunan alun-alun Rangkasbitung dan rehabilitasi rumah Dinas bupati yang menghabiskan anggaran miliaran, padahal malah banyak yang perlu diprioritaskan,” kata Ananda Widyannugraha.
Dalam aksisnya, para mahasiswa itu mendesak transparansi penuh atas dugaan permainan tender dalam pembangunan rehabilitasi Alun-alun yang memakan anggaran Rp 5 miliar, serta membuka dokumen perencanaan dan pelaksanaan proyek kepada publik. Para pendemo itu juga minta agar APH turun untuk melakukan audit dengan transparan anggaran pembanguan alun-alun.
Selain itu, ketimpangan sosial dalam sektor pendidikan di desa dan kota di Kabupaten Lebak. Para mahasiswa juga meminta evaluasi pembangunan dan pengelolaan infrastruktur pasar semi Rangkasbituung.(*)
















