TANGERANG, INTTI.ID – Driver atau pengemudi ojek online (Ojol) bernama Imron ditemukan bersimbah darah di Pintu Keluar Tol Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten, Selasa sore (17/2/2026). Korban diduga menjadi korban pembegalan pasangan suami istri (Pasutri).
Rifai Wijaya, warga setempat yang menemukan korban kepada wartawan menceritakan, driver ojol itu mengaku bernama Imron.
Dia mengaku baru saja menjadi korban pembegalan yang dilakukan dua orang penumpangnya. Kedua pelaku pembekalan diduga pasangan suami istri (Pasutri).
“Korban dalam kondisi lemah, leher dan tangannya terluka,” imbuhnya.
BACA JUGA: Dua Orang Sindikat Narkoba Internasional Ditangkap Bawa Sabu 25 Kilogram dalam Mobil Alphard
Dari keterangan korban, lanjut Rifai, peristiwa bermula saat korban bertemu dengan mantan istrinya untuk pergi bersama.
Namun ketika hendak mengisi bahan bakar di sebuah SPBU di Jakarta Barat, korban justru bertemu dengan suami baru mantan istrinya.
Korban dan terduga pelaku kemudian terlibat pertengkaran yang berujung pada aksi kekerasan. Pelaku disebut memukul korban hingga berdarah, kemudian masuk ke dalam mobil korban dan melakukan intimidasi.
Saat kendaraan hendak keluar di Exit Tol Karang Tengah, korban berusaha melarikan diri. Namun, menurut keterangan korban, ia dicekik menggunakan tambang oleh mantan istrinya dari bangku belakang. Sementara itu, suami baru mantan istrinya diduga melakukan penusukan ke leher korban.
“Korban berusaha menangkis serangan tersebut hingga mengalami luka di bagian jari tangan dan leher. Dalam kondisi terluka, korban akhirnya berhasil meloloskan diri dari dalam mobil. Sementara kendaraan korban langsung dibawa kabur kedua pelaku,” ungkapnya.
BACA JUGA: Ramadan di Kota Tangerang; THM Dilarang Buka, Rumah Makan Dibatasi
Rifai kemudian meminta bantuan petugas Jasa Marga untuk membawa korban dalam kondisi bersimbah darah keluar tol. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban sudah dalam kondisi luka dan lemas. Kami langsung hubungi petugas untuk evakuasi,” ujar Rifai.
Hingga Rabu sore (18/2/2026), petugas Polsek Ciledug belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa berdarah tersebut. Namun berdasarkan informasi, petugas telah mengamankan kedua pelaku ke Mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut.(ABE/ALD)










