Regional

Gubernur Banten Mau Jadi Juru Damai Perselisihan Bupati dan Wakil Bupati Lebak

Avatar photo
3
×

Gubernur Banten Mau Jadi Juru Damai Perselisihan Bupati dan Wakil Bupati Lebak

Sebarkan artikel ini
Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya usai di Panggil ke Pendopo Guburnur Banten, di KP3B, Kota Serang, Selasa (31/3/2026).

SERANG.INTTI.ID – Gubernur Banten Andra Soni turun tangan merespons ketegangan antara Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Amir Hamzah dengan memanggil keduanya ke Pendopo Gubernur Banten di KP3B, Kota Serang, Selasa (31/3/2026).

Langkah pemanggilan tersebut dilakukan sebagai upaya meredam dinamika internal pemerintahan di Kabupaten Lebak agar tetap berjalan kondusif. Pemanggilan tersebut menindaklanjuti adanya perselisihan antara Bupati Lebak dengan Wakil Bupati Amir Hamzah yang sempat viral kemarin.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Hasbi mengaku pemanggilannya hanya sebatas koordinasi dengan Gubernur Banten, Andra Soni. Ia mengaku, tidak ada pembahasan yang menyangkut perselisihannya dengan Wakil Bupati. Menurutnya, masalah tersebut telah diselesaikan secara pribadi.

Terkait pemanggilan itu, Sekda Banten, Deden Apriandhi, mengatakan Gubernur Banten selaku wakil pemerintah pusat berencana untuk memanggil Bupati dan Wakil Bupati Lebak yang sedang ‘berkelahi’. menurutnya, Gubernur memiliki hak dan kewenangan untuk melakukan pembinaan terhadap kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota.

“Insya Allah pak gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah akan melakukan pembinaan terhadap Bupati dan Wakil Bupati Lebak,” ungkapnya.

“Gubernur punya hak dan kewenangan untuk melakukan pembinaan kepala daerah kabupaten kota,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Lebak dr.Juwita Wulandari akan mengundang Bupati dan Wakil Bupati Lebak untuk duduk bersama. Dia ingin mengahi kedua pimpinan di Kabupaten Lebak itu.

Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan, pasangan kepala daerah, Hasbi Amir, sejatinya memiliki kesamaan visi saat mencalonkan diri, yakni membangun Lebak dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, dalam perjalanannya, komunikasi di antara keduanya dinilai kerap berjalan tidak searah.

Ia menegaskan, perbedaan pandangan dalam menentukan arah pembangunan merupakan bagian dari dinamika kepemimpinan. Namun, konflik yang berkepanjangan justru berpotensi mengganggu jalannya birokrasi, menghambat pelayanan publik, serta memperlambat pembangunan daerah.

Menurutnya, kondisi tersebut harus segera disudahi mengingat masa kepemimpinan Hasbi Amir masih menyisakan waktu sekitar empat tahun. Ia mengajak kedua pemimpin daerah tersebut untuk kembali bersatu, memperbaiki kekurangan, dan menyempurnakan capaian yang telah diraih.

Perseteruan antara Bupati Lebak Moch Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati (Wabup) Amir Hamzah mengundang keprihatinan PMII Lebak. Ketua PMII Kabupaten Lebak, Muhamad Nurajimanto menilai, acara halal bihalal seharusnya menjadi refleksi penting bagi pemerintah daerah. Ditengah berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, konflik personal seperti ini justru menunjukkan bahwa fokus utama belum sepenuhnya diarahkan pada kemajuan daerah.

‎Menurutnya, alih-alih memperlihatkan soliditas dan komitmen dalam membangun Lebak, yang muncul ke publik justru dinamika internal yang bernuansa saling serang.

“Padahal, masyarakat lebih membutuhkan kerja nyata mulai dari peningkatan ekonomi, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial bukan polemik yang tidak produktif,” kata Nurajimanto kepada wartawan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *