LEBAK, INTTI.ID — Setelah menunggu lima tahun, akhirnya 221 kepala keluarga (KK) korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten pada 2020 silam, sebentar lagi bakal memiliki rumah baru.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mulai melakukan pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Lebakgedong lima tahun lalu.
Selama ini ratusan korban banjir dan longsor tersebut menempati hunian sementara (Huntara) di Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak.
Huntara dinilai tak layak karena hanya menggunakan material terpal yang ditopang bambu dan kayu dengan lantai tanah.
BACA JUGA: Potensi Banjir Rob di Banten Cukup Tinggi
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Sukanta kepada wartawan mengatakan, saat ini pemerintah sedang melakukan land clearing atau pembersihan lahan seluas 4,458 hektar untuk persiapan pembangunan Huntap.
“Kami bekerja sama dengan Batalion 840 Golok Sakti membersihkan lahan agar Huntap bisa segera dibangun,” ujar Sukanta, Kamis (18/12/2025).
Sukanta menjelaskan, satu hektare pertama dari lokasi relokasi dikerjakan Perkim Provinsi Banten sebagai bagian dari paket pembangunan jalan dan perataan tanah. Sementara sisa 4,458 hektar sedang dibersihkan Pemkab.
“Karena anggaran terbatas, sementara ini kami baru bisa melaksanakan land clearing. Proses cut and fill selanjutnya akan dilanjutkan Pemerintah Provinsi Banten,” kata Sukanta.
Sukanta menegaskan, pemerintah daerah juga meminta dukungan pemerintah pusat melalui BNPB agar penganggaran pembangunan Huntap dipercepat. Hal ini dianggap penting mengingat masyarakat sudah menempati Huntara selama hampir lima tahun tanpa realisasi pembangunan Huntap.
“Kami mohon anggaran pembangunan Huntap bagi korban banjir bandang dan longsor di Lebakgedong dan Cipanas dapat segera dialokasikan. Warga sudah lama menunggu,” tutur Sukanta.
BACA JUGA: Tiga Hari Hujan Terpa Kabupaten Serang, Ratusan Rumah di Dua Kecamatan Terendam Banjir
Dengan langkah ini, pemerintah berharap proses relokasi korban banjir dapat berjalan lebih cepat dan Huntap dapat segera ditempati warga yang terdampak.
Tokoh Pemuda Kecamatan Lebakgedong, Mohamad Jaenudin mengatakan, hasil dari pertemuan dengan Wakil Bupati Lebak, menyepakati membentuk Tim Satgas penanganan percepatan pembangunan Huntap untuk warga korban banjir bandang.
“Wakil Bupati (Amir) menyepakati pembentukan Satgas percepatan pembangunan Huntara Tahun 2025. Minimal menurunkan alat berat untuk menandakan pembangunan Huntap. Selama 5 tahun kami menderita di Huntara,” kata Jaenudin.
Sebelumnya, warga korban banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Lebakgedong berunjukrasa ke kantor Bupati Lebak, Rabu (3/12/2025) lalu. Selama lima tahun mereka hidup dalam hunian dengan kondisi yang tidak layak.
Warga mengaku kesal dengan pemerintah yang berjanji membangun Huntap pada September hingga Desember 2025, namun hingga kini tak kunjung terealisasi.(Ald)
sumber: banpos.co















