TANGERANG.INTTI.ID — Untuk kesekian kalinya, penolakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dipilih lewat DPRD kembali mencuat. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Komite Merdeka Anti Diktator (KomeraD) menggelar aksi unjukrasa ke Puspemkot Tangerang, Kamis (15/1/2026). Para mahasiswa ini menyuarakan penolakan wacana Pilkada dipilih oleh DPRD.
Para mahasiswa di Kota Tangerang ini membentangkan spanduk berisi penolakan Pilkada dipilih DPRD. Mereka juga berorasi di pintu gerbang Puspemkot secara bergantian.
Koordinator aksi, Tedi menegaskan, mahasiswa akan terus menyuarakan penolakan wacana Pilkada dipilih DPRD. Penolakan ini seiring dengan aspirasi yang disampaikan sejumlah elemen masyarakat yang mengingikan Pilkada di pilih langsung oleh rakyat.
Dikatakan Tedi, dalih para elit politik yang mewacanakan Pilkada dipilih oleh DPRD, karena pelaksanaan Pilkada yang dipilih langsung oleh rakyat membutuhkan biaya yang cukup tinggi, sangat tidak rasional.
“Menurut kami pandangan itu bukan menjadi alasan. utama, melainkan menghilangkan hak rakyat,” ungkap Tedi.
Tedi menyebut, pengembalian Pilkada dipilih DPRD merupakan upaya penguasa dalam menciptakan reinkarnasi orde baru.
“Pilkada dipilih oleh rakyat adalah amanat Reformasi 1998 dan simbol utama perubahan sistem politik Indonesia dari yang sentralistik dan otoriter menuju demokrasi,” tegasnya.
Dia menegaskan, Pilkada dipilih secara langsung oleh rakyat merupakan perwujudan nyata dari kedaulatan rakyat sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat.(*)
Sumber: bantenekspres.co.id















