Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Regional

Manajemen PT SLI Minta Kesempatan Berproduksi Lagi

Avatar photo
1
×

Manajemen PT SLI Minta Kesempatan Berproduksi Lagi

Sebarkan artikel ini
Manajemen PT SLI Minta Kesempatan Berproduksi Lagi
Direktur PT LSI, Farid Abdurrahman berharap Bupati Tangerang mencabut surat penghentian sementara kegiatan produksi pabriknya.

TANGERANG, INTTI.ID – Manajemen PT Sukses Logam Indonesia (SLI) menyatakan sudah melakukan sejumlah perbaikan terhadap pabrik produksinya di Kawasan Industri Oleg, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dari sejumlah perbaikan yang telah dilakukan tersebut, PT SLI juga dinyatakan telah memenuhi semua perizinan yang ditetapkan pemerintah. Karenanya, Manajemen perusahaan modal asing (PMA) itu, berharap mendapat kesempatan untuk kembali berproduksi.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Harapan itu disampaikan Direktur PT Sukses Logam Indonesia (SLI), Farid Abdurrahman kepada wartawan baru-baru ini. Penjelasan Farid juga terkait penutupan sementara kegiatan produksi pabriknya oleh Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid melalui surat bernomor 500.16.6.6/10401/X/DLHK/2025 tanggal 17 Oktober 2025.

BACA JUGA: Pekerja Minta Bupati Tangerang Buka Kembali PT SLI

“Kami juga siap jika DLHK (Kabupaten Tangerang) ingin melakukan uji lab ulang terkait baku mutu yang dihasilkan pabrik kami,” tegas Farid.

Farid mengakui, sebelumnya pada tahun 2022 perusahaan peleburan limbah logam ini, memiliki kekurangan persyaratan, yang akhirnya ditutup sementara sampai ada sejumlah perbaikan. Pada tahun 2024, lanjut Farid, perusahaan sudah melakukan perbaikan seiring pergantian kepemilikan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga sudah melakukan uji laboratorium terhadap kebisingan, kebauan dan pengujian udara (ambien) PT SLI. Alhasil, melalui surat nomor S.s.ab/PSLB3/PLB3/PLB.3/9/2024, KLHK menyatakan PT SLI layak untuk mengelola limbah B3 dan diperbolehkan untuk kembali beroperasi.

“Pada Agustus 2025 kami kembali beroperasi. Sayangnya pada Oktober 2025, kami didemo hingga akhirnya terbit surat penutupan sementara dari Bupati Tangerang tanggal 17 Oktober 2025,” papar Farid.

Ironisnya, kata Farid, surat penghentian sementara kegiatan produksi tersebut terbit sebelum keluar hasil lab yang dilakukan DLHK Kabupaten Tangerang. Padahal hasil uji sample PT SLI yang dilakukan UPTD Laboratorium DLHK tanggal 20 Oktober 2025, menunjukkan tidak ada bau serta kebisingan masih dalam batas aman.

UPTD Laboratorium DLHK Kabupaten Tangerang mengeluarkan hasil laboratorium dari enam item sample PT SLI yang diuji lab. Dari enam item uji udara hasil produksi seperti sulfur dioksida, karbon monoksida, nitrogen dioksida dan oksidan fotokimia, semua dinyatakan dalam batas aman.

“Namun mikron patikelnya masih sedikit melewati, tapi apa benar sumbernya dari cerobong SLI? Ini juga masih jadi pertanyaan. Karena di kawasan industri Oleg ada enam cerobong asap milik sejumlah perusahaan,” katanya.

Kendatin demikian, Farid mengaku Manajemen PT SLI siap jika DLHK Kabupaten Tangerang akan kembali melakukan pengujian laboratorium terhadap cerobong asap produksinya.

BACA JUGA: Ketua BPD Sentul Akui PT SLI Sumber Mata Pencarian Bagi Warga

Farid mengakui, perusahaannya dalam kondisi tidak baik-baik saja setelah menghentikan kegiatan produksi hampir empat bulan. Namun Farid justru prihatin melihat kondisi puluhan pekerjanya yang terpaksa tidak dapat bekerja lagi.

“Mereka sering bertanya kapan bisa bekerja lagi. Mereka mengaku bingung karena akan menghadapi bulan puasa dan lebaran, sementara mereka tidak lagi punya sumber pendapatan,” kata Farid.

Farid berharap Bupati Tangerang melihat persoalan PT SLI dengan jernih dan memberikan kesempatan bagi manajemen perusahaannya untuk bisa bertemu dan menjelaskan kondisi perusahaan agar bisa menjadi bahan keputusan bagi pemerintah daerah.

“Beri kami kesempatan untuk bekerja dan berusaha di Tangerang ini,” kata pria berperawakan tinggi ini seraya mengaku sudah dua kali meminta audiensi dengan Bupati Tangerang, namun sampai saat ini belum ada balasan.

“Kami harap bupati mendapat informasi berimbang. kami sudah berusaha membuka komunikasi dan meminta waktu bertemu untuk menjelaskan kondisi yang ada,” katanya.(ALD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *