Info Dunia

Menlu Iran Bilang ke Saudi: Saatnya Usir Tentara AS Sekarang!

Avatar photo
12
×

Menlu Iran Bilang ke Saudi: Saatnya Usir Tentara AS Sekarang!

Sebarkan artikel ini
Menlu Iran Bilang ke Saudi: Saatnya Usir Tentara AS Sekarang!
Boeing E-3 Sentry, pesawat milik Angkatan Udara AS, hancur akibat serangan Iran ke pangkalan Pangeran Sultan di Saudi, Jumat (27/3/2026).

TEHERAN, INTTI.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, pemerintah Arab Saudi harus segera mengusir pasukan Amerika Serikat (AS) dari wilayah kerajaan tersebut . Pesan Abbas Ini disampaikan tiga hari setelah militer Iran menyerang pangkalan udara AS di Arab Saudi.

“Iran menghormati Kerajaan Arab Saudi dan menganggapnya sebagai negara saudara,” tulis Araghchi di platform sosial X.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

“Operasi kami ditujukan pada agresor musuh yang tidak menghormati orang Arab atau Iran, dan juga tidak dapat memberikan jaminan keamanan apa pun. Lihat saja apa yang kami lakukan terhadap komando udara mereka. Saatnya untuk menngusir pasukan AS.”

BACA JUGA: Dirudal Iran, 13 Markas AS di Teluk Kini Jadi Pangkalan Hantu

Dalam postingannya, Araghchi juga membagikan foto Boeing E-3 Sentry milik Angkatan Udara AS yang terbelah dua dan kubah radarnya tergeletak di tanah. Beberapa media sebelumnya melaporkan bahwa pesawat itu hancur dalam serangan itu.

AS dan Arab Saudi memiliki kemitraan jangka panjang sejak lebih dari delapan dekade. Ada lima pangkalan militer A.S. di negara kaya minyak itu, menurut Militarybases.com, dan sekitar 2.700 anggota militer di sana, menurut NewsNation.

Iran Hancurkan Pesawat Pengintai AS di Pangkalan Arab Saudi

Pada Jumat, serangan rudal Iran terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Al-Kharj, Arab Saudi, melukai 12 anggota militer AS, menurut The Wall Street Journal. Surat kabar tersebut melaporkan bahwa dua anggota militer menderita luka parah, sementara 10 orang mengalami gegar otak.

Serangan itu juga merusak beberapa pesawat pengisian bahan bakar AS, dan beberapa kendaraan udara tak berawak terkena serangan tersebut, Journal menambahkan.

Presiden AS Donald Trump pekan lalu menyatakan di depan investor-investor Saudi pekan lalu bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman belakangan mulai mendekatinya.

“He didn’t think that he’d be kissing my ass,” kata Trump yang mengisyaratkan penghinan terhadap putra mahkota. Ia juga meminta para investor mengatakan pada sang pangeran supaya bersikap baik dengannya dengan nada setengah mengancam.

Tak hanya itu, Trump dalam pidato di Miami itu juga menyombongkan bahwa negara-negara Teluk sedianya ikut serta dalam perang yang dilancarkan AS-Israel ke Iran. “Arab Saudi ikut perang, Qatar ikut perang. UEA ikut perang, Bahrain ikut perang, dan Kuwait ikut perang,” kata Trump.

Dua pekan lalu, selepas pertemuan negara-negara Teluk, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud telah memperingatkan Iran bahwa toleransi terhadap serangan mereka terhadap negaranya dan negara-negara Teluk tetangganya terbatas, dan menyerukan Teheran untuk segera “menghitung ulang” strateginya.

Mengingatkan bahwa Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya memiliki “kapasitas dan kemampuan yang sangat signifikan” yang dapat dimanfaatkan jika mereka “memilih untuk melakukannya”, menteri luar negeri tersebut mengatakan pada konferensi pers Kamis pagi bahwa Iran telah dengan hati-hati merencanakan strateginya untuk menyerang negara-negara tetangganya.

“Tingkat keakuratan dalam beberapa penargetan ini – Anda dapat melihatnya di negara-negara tetangga kami dan juga di kerajaan – menunjukkan bahwa ini adalah sesuatu yang telah direncanakan, direncanakan, diatur sebelumnya, dan dipikirkan dengan matang,” kata Pangeran Faisal dilansir Aljazirah.

“Saya tidak akan menjelaskan apa yang akan dan tidak akan memicu tindakan defensif yang dilakukan Kerajaan [Arab Saudi] karena menurut saya bukanlah pendekatan yang bijaksana untuk memberi sinyal kepada Iran,” lanjut menteri luar negeri tersebut.

“Tetapi saya pikir penting bagi Iran untuk memahami bahwa kerajaan, serta mitra-mitranya yang telah diserang dan seterusnya, memiliki kapasitas dan kemampuan yang sangat signifikan yang dapat mereka tanggung jika mereka memilih untuk melakukannya,” katanya.

BACA JUGA: Keren, Indonesia Punya Kapal Perang Canggih Prabu Siliwangi-321

“Kesabaran yang ditunjukkan tidak terbatas. Apakah mereka [Iran] punya waktu sehari, dua, seminggu? Saya tidak akan mengirim telegram mengenai hal itu,” tambahnya.

“Saya berharap mereka memahami pesan pertemuan hari ini dan segera menghitung ulang serta berhenti menyerang tetangga mereka. Namun saya ragu mereka memiliki kebijaksanaan itu.”(ALD)

sumber: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *