Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kesehatan

Mewabah di Empat Kecamatan, Kota Cilegon Tetapkan KLB Campak

Avatar photo
75
×

Mewabah di Empat Kecamatan, Kota Cilegon Tetapkan KLB Campak

Sebarkan artikel ini
Mewabah di Empat Kecamatan, Kota Cilegon Tetapkan KLB Campak
Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo memimpin Rakor penanganan campak, Rabu (29/10/2025).

CILEGON, INTTI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, Banten, menetapkan kasus campak sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyakit campak di daerah berjuluk kota baja ini, mewabah di Kecamatan Cibeber, Jombang, Citangkil, dan Pulomerak.

Penyintas campak di Kota Cilegon mencapai 31 kasus dengan Cibeber sebagai kecamatan dengan kasus campak terbanyak yang jumlahnya mencapai 20 orang. Kasus campak diperkirakan akan terus bertambah.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Pemkot Cilegon kini tengah melakukan upaya penanggulangan dan pencegahan campak dengan menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela, Rabu (29/10/2025).

BACA JUGA: Bea Cukai Banten Sweeping Warung Rokok di Pasar Ciputat Tangsel

Rakor ORI Campak Rubela yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon dipimpin langsung Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo.

Fajar mengatakan, perlu ada upaya penanggulangan campak. Penanganan campak, kata dia, tidak hanya dilakukan secara reaktif setelah kasus ditemukan, namun juga harus disertai upaya preventif yang massif.

“Kami minta semua pihak terkait secepatnya menggelar imunisasi masal, karena kasus campak di empat kecamatan sudah masuk katagori KLB ,” katanya.

Menurut Fajar, imunisasi lanjutan menjadi langkah konkret penanganan KLB. Namun, ia menegaskan, target sasaran anak harus benar-benar tercapai dengan kolaborasi lintas sektor.

“Karena sudah KLB, sudah luar biasa, perlu secepatnya ada tindaklanjut, imuninasi harus terus berjalan,” katanya.

BACA JUGA: Puluhan Kendaraan ASN Kota Serang Nunggak Pajak

Fajar juga mengingatkan penanganan dan pencegahan campak harus memiliki target. Selain itu, kata Fajar, perlu kolaborasi dengan kepolisian, dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Kadang ada orang tua anaknya tidak mau divaksin, ini perlu diberi pemahaman tentang pentingnya mencegah penyakit,” imbuhnya seraya menekankan penanganan campak tidak hanya fokus pada kecamatan berstatus KLB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Ratih Purnamasari menyebut hingga kini terdapat 31 kasus campak di empat kecamatan.

Pihaknya juga menargetkan imunisasi kepada seluruh anak di setiap kelurahan, tidak hanya di empat kecamatan KLB, yang jumlahnya diprediksi mencapai angka ribuan.

“Sasaran imunisasi sekitar 27 ribu anak,” tandas Ratih.(Ald)

Sumber: banpos.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *