LEBAK.INTTI.ID -Pasokan daging sapi di sejumlah pasar di Kota Rangkasbitung habis, Kamis (29/1/2026). Beberapa pedagang hanya menjual stok sisa, sementara yang lain memilih untuk tidak berjualan karena lonjakan harga.
Seperti dikutip dari Beritasatu.com, di Pasar rangkasbitung hanya empat lapak daging sapi yang masih beroperasi dari belasan lapak yang biasanya buka setiap hari. Kondisi ini terjadi seiring menurunnya daya beli masyarakat dan minimnya pasokan baru yang masuk ke pasar.
Salah seorang pedagang, Saepul (46), mengatakan harga daging sapi kini mencapai sekitar Rp 140.000 per kilogram. Angka itu masih berpotensi naik lebih tinggi jika pasokan belum normal.
“Harga sudah naik dari minggu-minggu kemarin. Dampaknya jelas, penjualan turun drastis sampai 50%,” ujar Saepul.
Ia menambahkan, daging yang dijual saat ini merupakan sisa stok sebelumnya karena pasokan baru belum masuk. Selain itu, Saepul mengeluhkan adanya penurunan daya beli dari konsumen.
Biasanya, Saepul mampu menjual dua ekor sapi per hari. Namun kini, penjualan hanya sekitar satu ekor, dan sering kali tidak habis.
“Sekarang paling melayani langganan dulu. Pedagang lain banyak yang mogok karena harga terlalu tinggi,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak , Yani membenarkan, beberapa lapal pedagang daging di pasar Rangkasbitung tidak berjualan.
Menurutnya, untuk stok daging yang dijual di pasar Rangkasbitung didatangkan dari para peternak lokal. Sehingga, walau terjadi mogok massal, stok daging aman untuk bisa di jual.
“Iya, untuk hari ini harga daging merah Rp140 ribu per kilogram, dan harga ini dinilai masih cukup stabil,” ujarnya.(*)















