PANDEGLANG.INTTI.ID –Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang remaja yang terseret ombak di Pantai Camara, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Selasa (17/2/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari dilakukan pencarian.
Setelah korban ditemukan, selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sumur untuk penanganan medis, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Dantim Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Vicky Meidy kepada wartawan menjelaskan, pada hari kedua operasi SAR (H.2), tim SAR gabungan memulai pencarian sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
“Pada pukul 09.25 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban sejauh sekitar 50 meter dari LKP pada koordinat 6° 35’35.71″S 105°37’23.44″E,” ujarnya.
Sebelumnya, seperti dikutip Anataranews, Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad di Pandeglang, memaparkan, pencarian melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Banten, Unit Siaga SAR Pandeglang, Polisi, TNI, Dinkes, nelayan dan relawan melakukan pencarian hari kedua.
Sammy terseret ombak saat korban berenang hingga terseret ombak di Pantai Camara Pandeglang, Senin (16/2). Beberapa saat setelah menerima laporan, Tim SAR melakukan pencarian di sekitar lokasi. Tim SAR membagi dua unit Search and Rescue Unit (SRU) dan dilengkapi peralatan evakuasi, seperti rescue car, rubber boat, peralatan air, medis, komunikasi, dan drone thermal.
SRU I melakukan pemantauan darat dari lokasi kejadian ke arah barat hingga Pantai Bugel, sementara SRU II melakukan penyisiran ke arah timur sejauh satu kilometer. Namun, hingga pencarian hari pertama belum membuahkan hasil hingga operasi SAR hari dihentikan dengan hasil nihil.
Di hari kedua kembali pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan dilakukan III SRU, antara lain SRU I melaksanakan pencarian di laut menggunakan rubber boat Basarnas dengan radius dua nautical mile dari lokasi kejadian.
Selanjutnya, SRU II melakukan penyisiran darat ke arah utara dan selatan masing-masing sejauh dua kilometer.
Sedangkan SRU III melakukan pencarian visual udara menggunakan drone thermal untuk memperluas jangkauan pemantauan.(*)
Sumber: dari berbagai sumber















