Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Regional

Pemkot Tangerang Tambal Tanggul Jebol Pakai Karung Pasir

Avatar photo
31
×

Pemkot Tangerang Tambal Tanggul Jebol Pakai Karung Pasir

Sebarkan artikel ini
Pemkot Tangerang Tambal Tanggul Jebol Pakai Karung Pasir
Wali Kota Tangerang Sachrudin memimpin pemasangan kisdam di tanggul jebol Perumahan Pinang Griya, Sabtu (24/1/2026).

TANGERANG, INTTI.ID – Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Tangerang, Banten, kini berangsur surut. Untuk antisipasi banjir susulan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memasang kisdam atau karung berisi pasir di sejumlah lokasi banjir, terutama untuk menambal tanggul jebol, Sabtu (24/1/2026).

Diketahui, selain curah hujan yang tinggi, jebolnya tanggul menjadi faktor utama terendamnya sejumlahn pemukiman warga. Sungai yang meluap menambah ketinggian air yang merendam permukiman warga Tangerang.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Salah satunya di Perumahan Pinang Griya dan Ciledug Indah, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Banjir yang melanda di kawasan itu kondisinya cukup parah lantaran tanggul Sungai Kali Angke jebol. Air melimpah ke pemukiman warga.

BACA JUGA: Banjir di Kota Tangerang Meluas, Sembilan Kecamatan Terendam

Wali Kota Tangerang, Sachrudin turun langsung untuk memastikan penanganan pascabanjir berjalan cepat. Ia meninjau pemasangan kisdam di lokasi tanggul Kali Angke yang jebol di Perumahan Pinang Griya. Pemasangan sebagai langkah antisipasi terjadinya banjir susulan.

“Hari ini Pinang Griya sudah kering. Kami langsung lakukan penanganan pascabanjir dengan memasang kisdam sebagai langkah antisipasi sebelum penanganan permanen,” ujar Sachrudin di lokasi banjir.

Penanganan dilakukan secara terpadu bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, dibantu TNI–Polri, Polsek Pinang, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Sedikitnya 500 karung kisdam dipasang untuk menambal tembok yang jebol beserta area sekitarnya. Langkah ini dilakukan untuk menahan luapan air, terutama kiriman dari kawasan hulu.

“Kisdam kami pasang di tembok yang jebol dan sekitarnya. Pengerjaan kami lakukan sampai tuntas agar keselamatan warga benar-benar terjamin,” ungkapnya.

Selain pemasangan kisdam, Pemkot Tangerang juga mengerahkan sembilan unit pompa air sejak banjir terjadi. Pompa dioptimalkan setelah permukaan air surut dan mesin tidak lagi terendam.

“Begitu air mulai surut dan mesin tidak terendam, pompa langsung kami maksimalkan agar proses pengeringan berjalan cepat,” jelas Sachrudin.

Sachrudin mengakui, kondisi tembok yang jebol sangat mengkhawatirkan karena langsung berbatasan dengan daerah aliran Sungai Kali Angke. Pemkot Tangerang, kata dia, berkomitmen melakukan penanganan permanen berupa pembangunan dan penguatan tanggul.

“Tahun ini akan kami bangun (tanggul jebol) secara permanen. Kami akan bebaskan lahan bagian belakang, lalu diperkuat agar warga tidak khawatir saat musim hujan,” ujarnya.

BACA JUGA: Banyak Sekolah Terendam, Dindik Kabupaten Tangerang Terapkan PJJ

Ia menambahkan, sebelumnya Pemkot Tangerang telah melakukan peninggian tanggul di sejumlah aliran Sungai Kali Angke yang terbukti mampu mengamankan kawasan lain dari banjir. Jebolnya tanggul di Pinang Griya menjadi perhatian khusus untuk segera dituntaskan.

Terkait kondisi banjir secara keseluruhan, Sachrudin menyebutkan dari 12 titik banjir yang sempat terjadi di Kota Tangerang, kini sebagian besar telah surut, termasuk di Pinang Griya dan Periuk.

“Sekitar dua hari kami upayakan semuanya tuntas, kering, dan dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan lumpur serta sampah bersama warga,” katanya.

Selain penanganan teknis, Pemkot Tangerang juga telah menyalurkan berbagai bantuan kepada warga terdampak, mulai dari makanan siap saji, layanan kesehatan, dapur umum, hingga pendirian posko kebencanaan.

Seluruh perangkat daerah, camat, lurah, dan jajaran kewilayahan dikerahkan untuk pendataan serta pemantauan di lokasi-lokasi banjir.

“Kami mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga. Terima kasih kepada TNI dan Polri yang mendukung penanganan banjir di Kota Tangerang,” tambahnya.

Respons cepat Pemkot Tangerang mendapat apresiasi dari warga. NN (70), warga Pinang Griya mengaku banjir kali ini merupakan yang paling cepat surut selama ia tinggal di kawasan tersebut.

“Saya tinggal sejak 1986, sudah sembilan kali kena banjir. Tapi ini yang paling cepat surut. Sehari sudah kering. Pak wali kota bersama TNI, polisi datang bawa karung pasir,” ungkapnya.

Senada disampaikan Surya (55), warga Ciledug Indah yang menilai penanganan banjir kali ini berlangsung sigap. “Pemkot Tangerang gerak cepat. Sehari banjir langsung surut,” katanya.(Ald)

sumber: satelitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *