TANGERANG.INTTI.ID — Keberadaan konstruksi penyangga pipa PDAM di kawasan Taman Ecopark, Kecamatan Neglasari tersebut menjadi sorotan. Pasalnya, penyangga konstruksi Pipa besar milik Perumda Tirta Benteng yang berada di atas sungai Cisadane nyaris Ambrol.
Pipa biru berukuran besar telihat membentang melintasi sungai yang menghubungkan wilayah Kecamatan Neglasari dan Kecamatan Karawaci. Ironisnya, penyangga besi yang berkarat dan tampak tidak lagi tegak sempurna.
Kemiringan penyangga pipa mulai terlihat sejak beberapa minggu terakhir, bertepatan dengan tingginya curah hujan dan derasnya aliran sungai. Kondisi ini, cukup mengkhawatirkan bagi warga yang beraktivitas di sekitar sungai.
Debit aliran air Sungai Cisadane semakin meningkat akibat hujan lebat, bukan tidak mungkin penyangga besi tersebut bisa roboh. Apalagi, pipa yang ditopang memiliki ukuran besar dan berat, sehingga berpotensi menimbulkan dampak serius jika terjadi kerusakan.
Humas Perumda TB Kota Tangerang, Syarif Hidayat menjelaskan, tanggung jawab teknis saat ini masih berada pada kontraktor pelaksana proyek karena belum diserahkan ke Perumda TB Kota Tangerang.
Meski belum menjadi tanggung jawab penuh Perumda TB, pihaknya tetap melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Perumda TB juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk meminta rekomendasi teknis sebagai dasar pelaksanaan perbaikan. Ia menyebutkan, setiap pekerjaan di area sungai harus sesuai arahan dan izin dari BBWS.
Sebagai langkah antisipasi sementara, penambahan tiang penyangga telah dipasang di bagian bawah pipa untuk menjaga kestabilan struktur.
“Awalnya penyangga hanya beberapa. Setelah terlihat agak doyong, ditambah lagi tiangnya untuk menahan,”
ujarnya.
Syarif menambahkan, pemasangan penyangga tersebut dilakukan mengacu pada ketentuan teknis dari BBWS. Dalam rekomendasi sebelumnya, tidak diperkenankan adanya tiang di bagian tengah aliran sungai, sehingga desain penopang harus menyesuaikan aturan tersebut.
Terkait keamanan, Perumda TB menyatakan kondisi pipa saat ini masih berfungsi normal dan distribusi air bersih tetap berjalan.
Adapun penyebab kemiringan diperkirakan dipengaruhi beberapa faktor, seperti curah hujan tinggi,
arus sungai, serta kemungkinan pergeseran struktur penyangga di bagian bawah. Untuk detail teknis dan masa ketahanan konstruksi, Syarif menyebut
hal tersebut menjadi kewenangan tim teknis. Hingga kini, Perumda TB Kota Tangerang masih menunggu rekomendasi teknis dari BBWS sebelum melakukan perbaikan atau penyempurnaan lebih lanjut pada penyangga pipa tersebut.(*)
sumber: banten ekspres









