Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Peristiwa

SDN 1 Gerendong Pandeglang Disegel Ahli Waris

Avatar photo
23
×

SDN 1 Gerendong Pandeglang Disegel Ahli Waris

Sebarkan artikel ini
SDN 1 Gerendong Pandeglang Disegel Ahli Waris
Murid-Murid SDN 1 Gerendong Pandeglang tidak bisa masuk ke kelas karena sekolahnya disegel ahli waris, Senin (19/1/2025).

PANDEGLANG, INTTI.ID – Potret buram pendidikan tanah air terjadi lagi. SDN 1 Gerendong, Desa Gerendong, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten, tiba-tiba disegel pihak yang mengklaim sebagai ahli waris, Senin (19/1/2026).

Akibatnya, ratusan murid tidak bisa masuk kelas sebagaimana biasanya. Mereka mendapati gerbang sekolahnya disegel dengan tulisan “Tanah Ini Milik H.Isa bin Sumantri. Blok 12 Ps 88, Ls +_2400 M2, Desa Gerendong, Kecamatan Koroncong.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Kemudian juga terdapat tulisan “PERINGATAN, Barang Siapa Merusak/Memasuki/Memanfaatkan/Tanpa Izin Diancam Penjara sesuai Pasal 167 Jo. 385 Jo. 389 Jo. 551 KUHP”

BACA JUGA: Puluhan Warga Tangsel Dikenai Sanksi Bersihkan Sampah

Mendapati tulisan tersebut, ratusan murid akhirnya cuma berkumpul di depan gerbang sekolah, sambil menunggu kepastian apakah mereka bisa masuk atau tidak.

Setelah berkumpul di depan gerbang sekolah, murid-murid kemudian diarahkan gurunya untuk berkumpul di rumah warga. Sang guru menenangkan murid-muridnya seraya mengajak bersolawat.

Kepala SDN 1 Gerendong, Karniti mengatakan, sebelum disegel pihaknya sudah mengelar musyawarah dengan pihak pengklaim ahli waris. Hasil musyawarah sudah disampaikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.

“Informasinya, ada bukti jual beli antara pemilik lama dengan pembeli. Kami belum punya bukti hibah atau bagaimana,” kata Karniti kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Karniti menyampaikan, bersama aparatur desa dan kecamatan, telah meminta kepada ahli waris untuk memperbolehkan murid-muridnya menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti biasa selama proses musyawarah berjalan.

BACA JUGA: JRDP Nilai Pilkada Lewat DPRD Ancaman Bagi Kedaulatan Rakyat

“Namun jika tidak ada kesepakatan, KBM akan dipindahkan ke lokasi lain. Kami terus berupaya, KBM tetap berjalan. Kalau sekolah diliburkan kasihan anak-anak. Sementara mungkin bisa menggunakan gedung PGRI atau rumah warga. Kami khawatir, anak-anak kena mental,” tambahnya.

Karniti berharap persoalan segera selesai. Dia meminta Pemkab Pandeglang mencari solusi terbaik agar 188 murid tetap bisa melanjutkan KBM.

“Jangan KBM terhenti karena persoalan ini,” harapnya.(Ald)

sumber: satelitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *