JAKARTA, INTTI.ID — Universitas Multimedia Nusantara (UMN) meresmikan peluncuran Program Doktor Manajemen Teknologi (DMT) di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Barat. Program ini menjadi bukti UMN dalam kontribusinya terhadap pengembangan pendidikan tinggi yang berkelanjutan di Indonesia.
Peluncuran Doktor Manajemen Teknologi (DMT) menjadi lembar baru perjalanan UMN dalam menjawab tantangan global serta revolusi industri 4.0 dan Society 5.0.
DMT tidak hanya melahirkan doktor tapi pemimpin pemikiran (thought leaders) dengan prinsip berkelanjutan, berdampak dan berbasis teknologi.
BACA JUGA: Dewan Sebut Dana CSR di Banten Belum Pro Pendidikan
Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko menyampaikan, terwujudnya Program DMT sebagai bagian dari roadmap jangka panjang penguatan riset UMN. Posisi strategis Program DMT sebagai bagian dari rencana jangka panjang pengembangan akademik UMN.
DMT, kata Andrey, bukan sekadar penambahan jenjang akademik, melainkan langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan berdaya saing global.
“Sebagaimana suatu perguruan tinggi, program DMT menjadi salah satu rencana jangka panjang UMN. Program ini menggabungkan ilmu manajemen dan ilmu teknologi, tidak secara teknis, tetapi melihat perspektif teknologi yang kian pesat, salah satunya AI (Artificial Intelligence),” jelas Andrey.
Mengenai keunggulan tersebut, Prof. Dr. Friska Natalia S.Kom., M.T., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN menegaskan, pendekatan interdisipliner menjadi kekuatan utama program ini.
“Pendekatan interdisipliner menggabungkan manajemen strategis, teknologi digital, serta prinsip keberlanjutan secara terpadu,” imbuhnya.
Melalui program ini, lanjut Friska, UMN ingin menghasilkan doktor yang kompeten, memiliki kemampuan berpikir kritis dan analitis serta mampu menghadapi tantangan global.
Friska mengutarakan, bagaimana program DMT menjadi upaya strategis UMN dalam meningkatkan reputasi dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Melalui program ini, UMN membuka peluang kolaborasi riset serta pengakuan akademik yang lebih global.
“Kami harap DMT menjadi motor penggerak inovasi dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui riset yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
BACA JUGA: Tangerang Ngebesan 2026, Antar Owen dan Michelle ke Pelaminan Rakyat
Selain itu, menurut Friska, melalui program ini, UMN bisa memperluas.jejaring kerja sama dengan berbagai institusi, serta meningkatkan reputasi dan daya saing di tingkat nasional dan internasional.
Dekan Fakultas Bisnis UMN, Dr. Prio Utomo menambahkan, proses pembelajaran Program DMT tidak hanya mengarahkan mahasiswa mengambil mata kuliah dan memikirkan disertasi. Namun para dosen akan mendampingi mahasiswa untuk merumuskan riset sejak awal.
Menurut Prio, program DMT akan banyak mendorong dialog antar mahasiswa, dosen dan juga praktisi. Riset mahasiswa juga berangkat dari permasalahan yang ada di dunia usaha, perusahaan, maupun masyarakat.
“Melalui sistem pembelajaran ini riset yang dihasilkan nantinya bisa benar-benar relevan dan berdampak positif bagi masyarakat,” tandas Prio.(ABE/ALD)










