Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Regional

Wamen Perdagangan Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Ciputat Jelang Idulfitri

Avatar photo
1
×

Wamen Perdagangan Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Ciputat Jelang Idulfitri

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri (Wamen) Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri berbincang dengan pedagang saat melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar menjelang Hari Raya Idulfitri di Pasar Ciputat. Foto: Bantenekspres.co.id

TANGERANG.INTTI.ID – – Wakil Menteri (Wamen) Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan pemantauan langsung terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar menjelang Hari Raya Idulfitri di Pasar Ciputat, Jumat (6/3/2026)

Dalam kunjungannya, Wamen didampingi Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan bersama Dinas Perdagangan serta sejumlah pihak terkait di Pasar Ciputat.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Dalam pemantauan tersebut, Wamen melihat langsung kondisi pasar serta perkembangan harga sejumlah komoditas pangan utama, seperti minyak goreng, bawang, hingga cabai. “Menjelang hari-hari besar seperti Idulfitri, kami memang harus lebih aktif turun ke lapangan untuk melihat langsung tren harga berbagai kebutuhan pokok,” ujarnya.

Roro menambahkan, dalam melakukan pemantauan harga dan ketersediaan pangan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi serta ketersediaan bahan pokok di masyarakat tetap terjaga.

“Pada prinsipnya kami selalu berkolaborasi dengan Bapanas, baik dalam pemantauan harga maupun memastikan distribusi pangan berjalan dengan baik,” katanya.

Dari hasil pemantauan di Pasar Ciputat, harga minyak goreng program Minyakita masih terpantau stabil sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni sekitar Rp15.500 per liter.

Sementara itu, beberapa komoditas lain
mulai mengalami kenaikan harga. Salah satunya adalah bawang yang sebelumnya berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp40 ribu per kilogram.

“Kenaikan ini memang biasanya terjadi menjelang hari-hari besar karena permintaan masyarakat meningkat. Tren seperti ini juga sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir,” jelasnya.

Selain meningkatnya permintaan, faktor cuaca juga turut memengaruhi harga sejumlah komoditas, khususnya cabai. Curah hujan yang tinggi membuat produksi cabai berkurang sehingga berdampak pada kenaikan harga di pasaran.

“Cabai termasuk komoditas yang sangat sensitif terhadap perubahan cuaca. Ketika curah hujan tinggi, produksi bisa terganggu dan harga menjadi naik,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Roro juga meninjau kondisi pasar dari sisi ketertiban dan kebersihan. Pemerintah daerah berharap para pedagang dapat berjualan di dalam area pasar agar aktivitas jual beli lebih tertata.

“Kami juga ingin pasar menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja. Karena pasar bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat,” jelasnya.

Dari sisi ketersediaan bahan pokok, hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok pangan secara umum masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri.

Namun demikian, pemerintah tetap menekankan pentingnya penguatan distribusi agar pasokan bahan pokok dapat menjangkau seluruh wilayah dengan baik.

Pilar juga menjelaskan, jika pemerintah memiliki sistem pemantauan harga pangan bernama SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) yang digunakan untuk memantau perkembangan harga di berbagai daerah. Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memperoleh informasi secara cepat terkait pergerakan harga maupun potensi gangguan distribusi di pasar.

“Dari sistem ini kami bisa memberikan early warning atau peringatan dini kepada pemerintah daerah maupun Bapanas apabila ada potensi kenaikan harga atau gangguan pasokan,” jelasnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di masyarakat.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting agar harga tetap stabil dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.(*)

 

Sumber: Banten Ekspres.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *