Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Regional

Wamenkes RI Cek TBC di Kota Tangerang

Avatar photo
57
×

Wamenkes RI Cek TBC di Kota Tangerang

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Kesehatan dr. Benyamin Paulus Octavianus berbincang dengan masyarakat saat mengunjungi Puskesmas Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Selasa (11/11/2025).

TANGERANG.INTTI.ID –Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Octavianus mengunjungi Puskesmas Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Selasa (11/11/2025). Kunjungan Wamenkes ini untuk mencek penangan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kota Tangerang.

Dalam kungannya itu, Wamenkes didampingi Kepala Dinas Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraini.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

“Jadi kami dari Kemenkes ingin tahu caranya, bagaimana Banten ini koq bisa terbaik dalam penanganan kasus TBC. Ternyata yang dilakukan di Banten ada pemberian terapi pencegahan pasien TBC,” ungkap Benyamin kepada wartawan.

Usai melakukan peninjauan Wamenkes bersama Gubernur Banten, wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang bersama jajaran Dinas Kesehatan se-Provinsi Banten menggelar diskusi upaya capaian penanganan kasus Tuberkulosis di ruang Akhlakul Karimah, Puspemkot Tangerang.

Dalam diskusi itu diketahui, dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC), Kota Tangerang berhasil mencatat penemuan kasus TBC sebesar 126%, jauh melampaui target nasional, serta cakupan Terapi Pencegahan TBC (TPT) mencapai 92% dari target nasional yang ditetapkan sebesar 72%.

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benjamin Paulus Octavianus menyatakan, pencapaiannya Kota Tangerang sangat tinggi karena dengan keberadaan 104 kelurahan Siaga TB.

“Artinya, itu masyarakat peduli dengan kesehatan warganya sendiri. Ada tetangganya dengan kasus mencurigakan seperti batuk dua minggu saja langsung diperiksa, padahal belum tentu TB. Itu membuktikan Kota Tangerang luar biasa, salah satu yang terbaik adalah Kota Tangerang,” tutur

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menyampaikan, capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tenaga kesehatan, dukungan lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Capaian 126% penemuan kasus dan 92% terapi pencegahan ini menjadi bukti nyata komitmen Kota Tangerang dalam menekan angka penularan TBC. Kami terus berupaya agar setiap warga dapat terdeteksi dan mendapatkan tatalaksana yang tepat,” ujar dr. Dini.

Menurutnya, kunci keberhasilan tersebut tidak lepas dari pelaksanaan skrining TBC secara mandiri melalui Aplikasi Ransel TBC, inovasi digital yang dikembangkan untuk memperluas jangkauan deteksi dini.

Selain itu, untuk menangani TBC Resisten Obat (TBC-RO), saat ini telah tersedia layanan inisiasi pengobatan di 13 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan. Langkah ini memastikan pasien TBC-RO mendapatkan akses pengobatan cepat, tepat dan terpantau.

Tak hanya fokus pada pengobatan, Pemkot Tangerang juga menjalankan program 1.000 Kader Asmara TBC, yang berperan aktif dalam memberikan pendampingan emosional, sosial dan informasi bagi pasien TBC selama menjalani proses pengobatan yang cukup panjang.

“Kami berharap keberhasilan ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Kota Tangerang optimistis menuju Kota Tangerang Bebas TBC Tahun 2030,” tutupnya.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *