Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Regional

Waspada, Debit Air Bendung Pamarayan Baru Meningkat Drastis

Avatar photo
43
×

Waspada, Debit Air Bendung Pamarayan Baru Meningkat Drastis

Sebarkan artikel ini
Waspada, Debit Air Bendung Pamarayan Baru Meningkat Drastis
Debit air di Bendung Pamarayan Baru di Kabupaten Serang, Banten, terpantau naik drastis, Sabtu (3/1/2025).

SERANG, INTTI.ID – Curah hujan yang tinggi menyebabkan meningkatnya debit air di Bendung Pamarayan Baru, Kabupaten Serang, Banten. Bendungan yang dibangun untuk mengendalikan debit air Sungai Ciujung tersebut, kini dalam status siap, Sabtu (3/1/2026) pagi.

Berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 10.00 WIB, elevasi muka air (TMA) di hulu bendung tercatat berada di level 12,83 meter di atas permukaan laut (mdpl), sementara TMA di hilir mencapai 9,25 mdpl.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Petugas Pintu Air (PPA) Bendung Gerak Baru Pamarayan, Restu mengatakan, seluruh aliran pada Intake Irigasi Barat dan Timur saat ini masih ditutup untuk menjaga stabilitas debit air di bagian hilir bendungan.

BACA JUGA: Wali Kota Serang Salahkan BPJT Soal Penyebab Banjir di Kelurahan Unyur

“Debit outflow pada kedua intake masih nol meter kubik per detik, dengan posisi bukaan pintu masing-masing intake 0 sentimeter,” jelas Restu.

Ia menjelaskan, elevasi TMA mercu bangunan ukur pada intake irigasi barat maupun timur juga tercatat nol sentimeter, menandakan belum adanya penyaluran air irigasi ke wilayah pertanian.

Sementara itu, debit aliran air di bagian hilir bendungan terpantau cukup tinggi. Berdasarkan data pengukuran, debit hilir mencapai 810 meter kubik per detik dengan elevasi mercu bangunan ukur hilir berada di level 275 sentimeter.

“Untuk mengendalikan debit air, enam pintu pengendali banjir pada bendung utama saat ini dibuka dengan variasi bukaan antara 180 hingga 200 sentimeter,” jelasnya.

Restu menambahkan, dengan kondisi tersebut status irigasi dinyatakan masih ditutup, sementara status banjir berada pada level siap.

“Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi apabila terjadi peningkatan debit air akibat hujan lanjutan di wilayah hulu sungai,” tandasnya.(Ald)

sumber: banpos.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *