Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Regional

Ini Pesan Wakil Gubernur Banten di Ramadhan Kareem Al Ittihad 2026

Avatar photo
1
×

Ini Pesan Wakil Gubernur Banten di Ramadhan Kareem Al Ittihad 2026

Sebarkan artikel ini
, Ramadhan Kareem Al Ittihad 2026,

TANGERANG, INTTI.ID – Gelaran Ramadhan Kareem Al Ittihad 2026 resmi digelar di mesjid agung Al Ittihad Jl. Kisamaun No.1, Sukarasa, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten yang berlangsung mulai 3-8 Maret 2026.

Acara yang digelar Pemkot Tangerang melalui Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) dan dilaksanakan Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Kota Tangerang mengusung tema “Peran Strategis Fatayat NU Kota Tangerang dalam Menghadirkan Keberkahan, Kepedulian dan Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan di Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah”.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati, mengatakan kegiatan yang digelar merupakan semangat dalam upaya memberdayakan ekonomi umat dalam terutama pemberdayaan organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) kota Tangerang dan dalam kegiatan ini juga BAZNAS Kota Tangerang memberikan bantuan.

BACA JUGA: Pemkot Tangerang Kerjsama dengan Angkasa Pura dan Jasa Marga

” Kegiatan ini merupakan hal positif untuk mengangkat serta memberdayakan ekonomi umat atau mengangkat kembali budaya Islam lokal di kota Tangerang khususnya,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Sementara, Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar momentum ibadah personal, tetapi juga ruang memperkuat nilai sosial dan persaudaraan.

“Ramadhan harus kita maknai sebagai ruang memperkuat keimanan, ketakwaan, serta semangat berbagi. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata kebersamaan masyarakat Kota Tangerang,” ujarnya.

Pelaksanaan Gebyar Ramadhan Kariim tahun ini bertepatan dengan usia ke-33 Kota Tangerang. Momentum tersebut menjadi refleksi kematangan daerah dalam membangun serta menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan humanis.

Menurut Herman, Kota Tangerang sebagai kota multikultural memiliki kekayaan suku, agama, dan budaya yang harus dijaga dalam bingkai persatuan. Perbedaan, lanjutnya, bukan untuk dipertentangkan, melainkan menjadi kekuatan dalam mendorong pembangunan yang harmonis.

“Kita jadikan keberagaman sebagai modal memperkuat persatuan dan kesatuan, sekaligus mempercepat pembangunan Kota Tangerang,” tukasnya.(ABE/ALD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *