TEHERAN, INTTI.ID – Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah memasuki babak baru. Sejumlah bukti menunjukkan bahwa Iran telah menyiapkan serangkaian “kejutan” baru sebagai antisipasi jika perang agresi yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali pecah.
Informasi yang dihimpun dari kantor berita Tasnim menyebutkan, saat masa gencatan senjata mendekati jam-jam terakhir, peluang dimulainya kembali negosiasi tampak menemui jalan buntu.
Hal ini dipicu oleh tuntutan berlebihan dari pihak Washington serta pengumuman blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
BACA JUGA: AS Bajak Kapal Kargo Iran di Selat Hormuz, Bisa Picu Perang Terbuka di Laut
Menanggapi situasi tersebut, Teheran menyatakan kesiapan penuhnya menghadapi segala kemungkinan.
Iran bahkan disebut telah menyusun strategi khusus untuk menghadapi babak baru konflik yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Tetapkan Daftar Target ke Israel dan AS
Selama dua pekan terakhir, otoritas militer Iran secara konsisten menilai kemungkinan terjadinya perang berada pada level tinggi. Berdasarkan penilaian tersebut, Iran telah melakukan reposisi militer dan menyiapkan daftar target baru yang akan disasar jika agresi kembali dimulai.
Laporan tersebut menegaskan bahwa Teheran siap memberikan respons yang melumpuhkan bagi pasukan AS dan Israel sejak detik pertama konflik pecah.
“Iran siap menciptakan ‘neraka’ bagi para agresor jika perang benar-benar kembali meletus,” tulis laporan tersebut.
Panglima Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, dalam pernyataan memperingati hari jadi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menegaskan kekuatan strategis dan kesiapan pasukan Iran.
Ia menyatakan, bangsa Iran menaruh kebanggaan besar kepada IRGC dan kekuatan pertahanan lainnya.
Menurut Jenderal Abdollahi, serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan sebelumnya telah memberikan dampak signifikan bagi musuh.
Ia menyebut serangan tersebut berhasil memojokkan “entitas Zionis” dan “teroris Amerika” hingga pada titik kelelahan, yang memaksa mereka menyerukan gencatan senjata.
Komando Pemimpin Tertinggi
Lebih lanjut, Jenderal Abdollahi menekankan, seluruh elemen Angkatan Bersenjata Iran, pemerintah, dan rakyat tetap bersatu padu di bawah bimbingan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei.
“Kami siap memberikan tanggapan yang tegas, tuntas, dan seketika terhadap setiap ancaman atau tindakan permusuhan,”tegas dia.
Ia juga memperingatkan pihak Washington agar tidak mencoba memutarbalikkan fakta di lapangan, terutama terkait perkembangan di Selat Hormuz.
Sang Jenderal menekankan bahwa Iran, dari posisi superioritasnya, tidak akan membiarkan narasi palsu berkembang dan akan merespons setiap pelanggaran komitmen dengan tindakan yang setimpal.(Ald)
sumber: republika















