Info Dunia

Begini Kisah Kru Kapal Pertamina Lolos Lewati Selat Hormuz

Avatar photo
3
×

Begini Kisah Kru Kapal Pertamina Lolos Lewati Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
Begini Kisah Kru Kapal Pertamina Lolos Lewati Selat Hormuz
Kapal Pertamina yang berbulan-bulan sempat tertahan di Kawasan Teluk Arab akhirnya berhasil lolos melintasi Selat Hormuz.

JAKARTA, INTTI.ID – “We are happy to be finally out of Hormuz.” Kalimat singkat itu meluncur dari Rizqi Rafif, salah satu kru kapal VLCC Pertamina Pride, saat menyapa jajaran manajemen PT Pertamina International Shipping (PIS) begitu tiba dan berlabuh di Tanah Air.

Bagi Rizqi dan rekan-rekannya, keberhasilan lepas dari Selat Hormuz menjadi momen yang paling melegakan setelah berbulan-bulan bertugas di kawasan Teluk Arab.

Rizqi yang bekerja sebagai second officer di Pertamina Pride bersama 22 kru lainnya berhasil melintasi Selat Hormuz pada 8 Juli dan selamat tiba di perairan Cilacap pada 24 Juli.

BACA JUGA: Kapal Pertamina Akhirnya Berhasil Keluar dari Selat Hormuz

Kedatangan Rizqi dan seluruh kru Pertamina Pride disambut hangat jajaran manajemen serta pekerja di darat melalui konferensi video. Turut bergabung kru kapal Gamsunoro yang lebih dulu berhasil melintasi Selat Hormuz pada 25 Juni dan kini kembali melayani pelanggan pihak ketiga di perairan Singapura.

Di balik suasana penuh kehangatan itu, tersimpan cerita tentang berjam-jam penuh ketegangan saat para awak kapal harus melintasi salah satu jalur pelayaran paling strategis sekaligus paling berisiko di dunia.

Bagi para pelaut, ombak besar, angin kencang, dan cuaca ekstrem merupakan bagian dari keseharian. Namun, kali ini tantangan yang mereka hadapi jauh berbeda. Konflik geopolitik di kawasan membuat setiap keputusan navigasi harus diambil dengan penuh kehati-hatian.

Third officer kapal Gamsunoro Daryl Josua Makaminang mengaku situasi perang sempat menimbulkan kekhawatiran bagi seluruh awak kapal. Gamsunoro melintasi jalur selatan Selat Hormuz dengan pengawalan US Navy. Bahkan, sehari setelah kapal berhasil melintas, terjadi serangan terhadap kapal lain di kawasan tersebut.

“Kami tentu cukup khawatir dengan situasi perang saat itu. Syukur, kami dapat melewati Selat Hormuz dengan selamat,” ujarnya.

Selama pelayaran, kapal membutuhkan sekitar delapan jam untuk menyelesaikan lintasan, termasuk sekitar empat jam melewati titik paling kritis di Selat Hormuz. Pertamina Pride juga menghadapi durasi pelayaran yang relatif sama.

Para kru juga menghadapi tantangan lain, mulai dari menentukan jalur pelayaran di tengah situasi yang terus berubah hingga gangguan pada sistem GPS yang menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh tim navigasi.

“Kami sempat khawatir. Dalam situasi seperti itu muncul pertanyaan harus mengikuti pihak yang mana. GPS juga mengalami jamming. Bisa dibilang kami sangat beruntung dapat melewati semuanya dengan selamat,” ungkap Rizqi.

BACA JUGA: Gerakan Usir Militer Amerika Serikat Menguat di Yordania

Direktur Utama PT Pertamina International Shipping Surya Tri Harto menyampaikan apresiasi kepada seluruh awak kapal yang dinilai mampu mengelola situasi dengan tenang dan profesional di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.

“Keberhasilan ini bukan hanya soal disiplin operasional, tetapi juga tentang kemanusiaan. Sejak kapal memasuki kawasan Teluk, kami terus memantau perkembangan kondisi para kru. Keselamatan seluruh awak kapal selalu menjadi prioritas utama kami, bahkan di atas kargo dan aktivitas operasional,” kata Surya.

Ia juga berpesan agar seluruh kru selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap penugasan.

“Bagi kami, kalian adalah pahlawan. Dalam kondisi normal saja para pelaut sudah harus menghadapi ombak, angin, dan lautan. Di Selat Hormuz, kalian menghadapi risiko yang jauh lebih besar. Semoga seluruh kru selalu diberikan keselamatan dalam setiap pelayaran berikutnya dan situasi dunia dapat segera membaik,” ujarnya.

Komisaris Utama PT Pertamina International Shipping Anwar Saadi turut bersyukur seluruh awak kapal berhasil melewati situasi tersebut dengan selamat.

“Selama beberapa bulan terakhir kami terus mengikuti perkembangan dan sangat mengkhawatirkan keselamatan para kru. Hari ini kami bersyukur melihat seluruh awak Pertamina Pride maupun Gamsunoro dalam keadaan sehat dan kembali dapat tersenyum.”

Ia juga mengapresiasi para nakhoda dan seluruh awak kapal yang telah menunjukkan kesabaran, profesionalisme, serta dedikasi tinggi dalam menjaga keselamatan kapal, kru, maupun muatan selama melintasi Selat Hormuz.

Setelah berhasil melewati kawasan Teluk, kedua kapal kini fokus memulihkan performa armada untuk mendukung pelayaran berikutnya. MT Gamsunoro telah menjalani hull cleaning, sedangkan Pertamina Pride melakukan underwater hull cleaning sebagai bagian dari persiapan menghadapi pelayaran selanjutnya.

BACA JUGA: Ajak Saudi dan Turki, Iran Prakarsai Front Keamanan Bersatu Negara Islam

Sebelumnya diberitakan, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina International Shipping memastikan kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman. Keberhasilan ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga keberlangsungan pasokan minyak mentah di tengah dinamika geopolitik global.

Kapal Pertamina Pride mulai bergerak dari Teluk Arab pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai (16.00 WIB) dan berhasil melintasi area kritikal serta Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 00.15 WIB.

Sebelumnya, Kapal Gamsunoro juga bergerak dari Teluk Arab dan melewati Selat Hormuz dengan aman, sejak 24 Juni 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengatakan keberhasilan pelayaran Pertamina Pride merupakan hasil dari penerapan manajemen risiko yang komprehensif.

Selain itu, koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, Iran serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Pertamina berterima kasih atas dukungan penuh Kemenlu dan KBRI Teheran. Berkat kerja sama tersebut, Kapal Gamsunoro dan Pertamina Pride bisa keluar dari kawasan Teluk Arab,’’ katanya dalam keterangan, Kamis (9/7/2026).

Menurut dia, keberhasilan ini menunjukkan koordinasi dan kerja sama yang baik seluruh pemangku kepentingan serta kemampuan dalam mengelola risiko, sehingga pasokan minyak mentah untuk kebutuhan kilang nasional tetap terjaga.

Selama perjalanan, kapal dipantau secara intensif selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PT Pertamina International Shipping guna memastikan seluruh prosedur keamanan berjalan optimal.

“Keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama. Alhamdulillah seluruh kru Pertamina Pride berada dalam kondisi aman dan kapal dapat melanjutkan pelayaran sesuai rencana menuju Indonesia,”tambah Baron.(*)

sumber: republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *