Info Dunia

Cina Mulai Bangun Kota Bawah Tanah di Beijing

Avatar photo
4
×

Cina Mulai Bangun Kota Bawah Tanah di Beijing

Sebarkan artikel ini
Cina Mulai Bangun Kota Bawah Tanah di Beijing
Ibu Kota Cina, Beijing menjadi pusat pengembangan kota bawah tanah.

BEIJING, INTTI.ID – Tak salah bila ada pepatah mengatakan carilah ilmu hingga ke negeri Cina. Bagaimana tidak, dengan ilmunya yang segudang, negeri tirai bambu itu, kini tengah mempersiapkan mega proyek pembangunan kota bawah tanah.

Pemerintah Kota Beijing, Cina untuk pertama kalinya meluncurkan rencana induk pengembangan ruang bawah tanah secara menyeluruh.

Rencana sensasional itu sebagai bagian dari strategi membangun kota multidimensi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan pada 2035.

BACA JUGA: Gerakan Usir Militer Amerika Serikat Menguat di Yordania

Rencana tersebut menjadi respons atas semakin terbatasnya ruang di permukaan kota akibat pesatnya urbanisasi.

Dengan memanfaatkan ruang bawah tanah, Beijing ingin meningkatkan kapasitas infrastruktur sekaligus memperkuat ketahanan perkotaan terhadap berbagai risiko.

Dalam dokumen perencanaan tersebut, pemerintah Beijing akan mengembangkan jaringan infrastruktur bawah tanah yang mendukung transportasi, distribusi energi, pasokan air, sistem komunikasi, fasilitas komersial, hingga fungsi keamanan dan mitigasi bencana.

Salah satu proyek utama adalah pembangunan tujuh koridor utilitas yang akan menyalurkan air, gas, listrik, dan berbagai layanan penting lainnya ke Beijing serta kawasan metropolitan Beijing-Tianjin-Hebei (Jing-Jin-Ji), wilayah ekonomi terbesar di Cina utara.

Sistem transportasi rel perkotaan akan menjadi tulang punggung pengembangan ruang bawah tanah. Jaringan ini akan diintegrasikan dengan pusat-pusat perbelanjaan, kawasan bisnis, dan simpul transportasi di permukaan sehingga membentuk ruang perkotaan bertingkat yang memudahkan mobilitas masyarakat.

Empat Lapis Kedalaman

Pemerintah Kota Beijing membagi pemanfaatan ruang bawah tanah ke dalam empat lapisan kedalaman.

Pengembangan akan diprioritaskan pada kedalaman 0–10 meter dan 10–30 meter, yang dinilai paling efektif untuk pembangunan jaringan utilitas, transportasi, dan fasilitas publik.

Hingga akhir 2024, total luas ruang bawah tanah yang telah dikembangkan di Beijing mencapai sekitar 250 juta meter persegi. Angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 400 juta meter persegi pada 2035.

Pengembangan ruang bawah tanah telah menjadi salah satu tren di sejumlah kota besar dunia yang menghadapi keterbatasan lahan.

Selain mengurangi kepadatan di permukaan, konsep ini juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi tata kota, memperkuat perlindungan infrastruktur vital, serta mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana alam maupun keadaan darurat.

BACA JUGA: Begini Kisah Kru Kapal Pertamina Lolos Lewati Selat Hormuz

Bagi Cina, proyek ini juga sejalan dengan strategi pembangunan kota pintar (smart city) dan modernisasi infrastruktur nasional yang terus didorong pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Beijing menilai pemanfaatan ruang bawah tanah menjadi langkah yang tidak terhindarkan untuk menjaga pertumbuhan kota di tengah semakin tingginya kebutuhan ruang.

Melalui perencanaan tersebut, ibu kota China diharapkan mampu membangun sistem perkotaan yang lebih tangguh, terintegrasi, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.(*)

sumber: tribunnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *