TANGERANG, INTTI.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Banten, melaksanakan giat penanaman pada lahan Demplot Budidaya Padi Sawah dengan sistem Tabur Benih Langsung (Tabela).
Ujicoba tanam padi sistem Tabela itu dipusatkan pada Kelompok Tani Klebet Pabuaran, Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang.
Ujicoba Tabela dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Kabupaten Tangerang, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Kepala Desa Klebet, Penyuluh Pertanian Kementan, serta perwakilan Kelompok Tani.
BACA JUGA: Rayakan Kemerdekaan RI Ke-81, Bupati Tangerang Tekankan Semangat Pengabdian Kepada Masyarakat dan Negara
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono menjelaskan kegiatan penanaman demplot ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Desa Mandiri Pangan TA 2026.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang selaku pelaksana program menginisiasi penanaman padi sawah pada lahan seluas 1 ha dengan jenis padi varietas Ciherang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Klebet serta Penyuluh Pertanian setempat.
Pada penanaman demplot padi ini juga turut mendukung aplikasi PM-AAS (Pertanian Modern-Advances Agricultural System) melalui penerapan teknologi alat tanam Tabela.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Abdul Munir, menambahkan, Demplot padi sawah ini diharapkan dapat sarana percontohan penerapan budidaya pertanian padi bagi masyarakat/kelompok dalam rangka mendukung peningkatan ketahanan pangan.
Menurut Munir, penanaman padi sawah melalui sistem Tabela ini merupakan yang pertama dilakukan petani di Kabupaten Tangerang. Biasanya, kata dia, saat menanam padi petani melakukan secara tradisional melalui penyemaian benih selama 20 hari, setelah itu baru di tanam.
BACA JUGA: Kejari Kabupaten Tetapkan KG Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOP Kesetaraan PKBM Indonesia Negeriku
“Kalau Tabela cukup rendam benih selama 1 haru setelah itu ditabur menggunakan teknologi alat tabur, dari segi waktu tanam cukup efesien dan pemangkas biaya tanam. Kami harapkan ada peningkatan produktifitas hasil panen bisa mencapai 10 ton/Ha,” ujar Munir Alumni Faperta UNRAM ini
Selain melakukan Demplot padi di lokasi ini, pelaksanaan demplot padi lainnya juga akan dilaksanakan pada lokus Desa Mandiri Pangan TA 2026 lainnya, yaitu Desa Kaliasin-Sukamulya, Desa Pagenjahan-Kronjo, Desa Tanjung Anom-Mauk, dan Desa Mekar Jaya-Sepatan.(ALD)




