Ekonomi Bisnis

Penjualan Motor Klasik Royal Enfield Naik pada Ajang GIIAS 2026

Avatar photo
3
×

Penjualan Motor Klasik Royal Enfield Naik pada Ajang GIIAS 2026

Sebarkan artikel ini
Penjualan Motor Klasik Royal Enfield Naik pada Ajang GIIAS 2026
Sepeda Motor klasik, Royal Enfiled menyedot oerhatian pengunjung GIIAS 2026 di ICE BSD.

TANGERANG, INTTI.ID – Royal Enfield mencatat pertumbuhan penjualan selama gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Produsen pabrikan motor klasik tersebut menyebut kenaikkan sekitar 10 persen dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya.

General Manager Royal Enfield Indonesia, Arief Fachrudin, mengatakan angka tersebut masih berpotensi meningkat hingga pameran resmi ditutup.

“Kalau dilihat dari perolehan penjualan, kita bertumbuh dari tahun lalu. Sampai tadi siang ada kenaikan sekitar 10 persen. Target kita sampai closing mungkin bisa naik sampai 30 persen,” ujar Arief.

BACA JUGA: Avante Karya Tentrem Angkut Lebih Banyak Penumpang

Arief belum dapat memastikan angka penjualan secara keseluruhan karena proses rekapitulasi masih berlangsung. Namun, ia menyebut jumlah unit yang terjual selama pameran sudah mencapai lebih dari 100 unit.

“Detail angkanya saya belum tahu pasti, tapi mungkin sudah di atas 100 unit,” katanya.

Classic 350 Masih Jadi Favorit

Di tengah persaingan motor kelas menengah yang semakin ramai, Royal Enfield menyebut model klasik masih menjadi tulang punggung penjualan. Salah satu yang paling banyak diminati pengunjung GIIAS 2026 adalah Classic 350.

Menurut Arief, karakter klasik yang melekat kuat pada model tersebut membuat Classic 350 tetap menjadi pilihan utama konsumen Royal Enfield.

“Kalau unit sendiri biasanya Royal Enfield yang paling dicari itu yang klasik. Kebetulan di GIIAS kita bawa Classic 350. Dari tahun ke tahun, kalau kita lihat secara penjualan, backbone-nya masih di Classic,” jelasnya.

Arief menambahkan, Classic 350 telah menjadi salah satu model yang sangat dikenal di segmen motor klasik. Karena itu, banyak pengunjung yang datang ke booth Royal Enfield sudah mengetahui model tersebut sebelum melihatnya secara langsung.

“Classic ini memang dari awal munculnya motor Royal Enfield, line-up pertamanya adalah Classic. Jadi memang sudah menjadi top of mind untuk motor klasik, terutama di Indonesia,” ujarnya.

Untuk pasar Jakarta, harga Classic 350 berada di kisaran Rp120 jutaan, tergantung varian dan ketentuan harga on the road (OTR) masing-masing wilayah.

Mulai Dilirik Konsumen Lebih Muda

Meski motor klasik masih didominasi konsumen berusia lebih matang, Royal Enfield melihat adanya perubahan profil pembeli dalam beberapa tahun terakhir.

Arief menyebut konsumen Royal Enfield sebelumnya banyak berasal dari rentang usia sekitar 40 hingga 60 tahun. Namun, kehadiran model dengan harga lebih terjangkau mulai menarik konsumen yang lebih muda.

Salah satunya melalui Hunter 350, yang dibanderol mulai sekitar Rp110 jutaan.

“Kalau sekarang kita punya tipe yang lebih murah, Hunter 350. Harganya mulai Rp110 jutaan. Ini yang sekarang mulai dicari anak-anak muda,” kata Arief.

Menurutnya, konsumen berusia 30-an kini mulai tertarik masuk ke segmen motor bergaya klasik dan retro.

“Jadi sekarang sudah banyak juga usia 30-an, mereka mulai mencoba masuk ke motor yang klasik dan retro,” imbuhnya.

Tak Gentar dengan Merek Baru

Munculnya sejumlah merek dan model baru di segmen motor kelas menengah tidak dianggap sebagai ancaman besar bagi Royal Enfield.

Arief mengatakan Royal Enfield memiliki karakter produk dan basis konsumen tersendiri. Kekuatan merek serta komunitas menjadi salah satu faktor yang membuat penjualan tetap bertahan di tengah persaingan.

“Kalau persaingan pasar tentunya selalu kami amati. Pasti ada produk baru, model baru, dan brand baru yang muncul, terutama di kelas menengah,” ujarnya.

Namun, ia menilai persaingan tersebut justru membuat pasar sepeda motor semakin ramai.

“Kita kuat secara brand. Kita juga secara produk selalu berinovasi. Jadi kami melihat kompetitor ini lebih ke arah meramaikan dunia otomotif. Kita tetap jalan beriringan,” kata Arief.

Royal Enfield juga memiliki basis komunitas yang cukup kuat di Indonesia. Komunitas tersebut aktif menggelar berbagai kegiatan dan berkolaborasi dengan merek.

Salah satu kegiatan yang digelar selama GIIAS 2026 adalah riding bersama komunitas. Arief menyebut sekitar 60 pengendara Royal Enfield ikut hadir dalam kegiatan dan berkolaborasi dengan merek.

Salah satu kegiatan yang digelar selama GIIAS 2026 adalah riding bersama komunitas. Arief menyebut sekitar 60 pengendara Royal Enfield ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

“Sabtu lalu kita biasanya ada riding. Kemarin datang sekitar 60 riders dari komunitas Royal Enfield. Ada cowok dan ada cewek juga,” ungkapnya.

Harga Tembus Rp250 Jutaan

Untuk pasar Indonesia, Royal Enfield menawarkan rentang harga yang cukup beragam. Model entry level berada di kisaran Rp110 jutaan, sedangkan model dengan kapasitas mesin lebih besar dibanderol hingga sekitar Rp250 jutaan.

Arief mengatakan konsumen Royal Enfield saat ini masih banyak yang memilih pembelian secara tunai. Namun, perusahaan juga menyediakan berbagai program pembelian, khususnya untuk model-model tertentu.

“Sejauh ini lebih banyak ke cash. Tapi kami juga menyiapkan paket dan program pembelian,” tuturnya.

Dengan pertumbuhan penjualan sekitar 10 persen hingga siang hari terakhir GIIAS 2026, Royal Enfield masih berharap dapat menutup pameran dengan capaian yang lebih tinggi.

Target perusahaan adalah membawa pertumbuhan penjualan hingga sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa di tengah bermunculannya berbagai pemain baru di kelas menengah, motor bergaya klasik seperti Classic 350 masih memiliki daya tarik kuat di pasar Indonesia. (Abe/Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *