Regional

Buang Sampah ke Serang, Pemkot Tangsel Rogoh Kocek Rp65 Miliar

Avatar photo
64
×

Buang Sampah ke Serang, Pemkot Tangsel Rogoh Kocek Rp65 Miliar

Sebarkan artikel ini
Buang Sampah ke Serang, Pemkot Tangsel Rogoh Kocek Rp65 Miliar
Sampah menumpuk di Pasar Ciputat, Kota Tangerang Selatan akibat persoalan yang terjadi di TPA Cipeucang, Minggu (28/12/2025).

TANGERANG, INTTI.ID – Agar bisa membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, Kota Serang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, harus merogoh kocek daerahnya sebesar Rp65 Miliar.

Dana kompensasi pembuangan sampah tersebut, akan digelontorkan setiap tahun setelah tercapainya kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel dengan Pemkot Serang.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan kepada wartawan Minggu (28/12/2025) menjelaskan, dalam kerja sama tersebut Tangsel akan mengirimkan sampah sebanyak 500 ton per hari ke TPA Cilowong, Kota Serang.

BACA JUGA: Warga Kembali Hadang Truk Sampah Masuk TPA Cipeucang

Ia menegaskan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Tangsel dan Pemkot Serang telah ditandatangani secara langsung tanpa seremoni.

Menurutnya, penandatanganan dilakukan secara desk-to-desk demi mempercepat proses kerja sama.

Pengiriman sampah asal kota berjuluk anggrek itu direncanakan mulai berjalan pada Januari 2026, setelah seluruh persiapan teknis, termasuk penunjukan transporter melalui e-katalog, selesai dilakukan.

“Begitu sudah siap, langsung memulai pengangkutan sampah ke TPA Cilowong,” imbuhnya.

Untuk mendukung kelancaran operasional, Pemkot Tangsel juga telah mengirimkan alat berat ke lokasi serta menyiapkan penunjukan transporter pada awal Januari.

Sedangkan penataan tempat pengolahan sampah Cipeucang, menurut Pilar, tetap dilakukan, namun fungsinya hanya sebagai lokasi transit.

Pemkot Tangsel Janjikan Kompensasi Bagi Warga Cilowong

Selain kerja sama dengan Kota Serang, Pemkot Tangsel juga telah menjalin kerja sama dengan pihak swasta di Cileungsi,

Kabupaten Bogor, untuk penanganan sampah sebanyak 200 ton per hari. Namun, kapasitas tersebut belum mencukupi kebutuhan Tangsel yang mencapai 500 ton per hari.

“Kami sudah kerja sama dengan perusahaan swasta di Cileungsi, 200 ton per hari. Mereka hanya sanggup 200 ton dari 500 ton yang biasa kami tangani,” bebernya.

Pilar menegaskan kerja sama antar daerah dalam pengelolaan sampah merupakan hal yang lazim dilakukan, sebagaimana daerah lain di Jabodetabek.

Ia menyebut komunikasi dengan Pemkot Serang juga difasilitasi Gubernur Banten.

Terkait respons masyarakat Cilowong, Pilar menyampaikan pada prinsipnya warga dapat menerima kerja sama tersebut.

Pemkot Tangsel dan Pemkot Serang juga menjanjikan kompensasi dampak lingkungan, termasuk pembangunan infrastruktur, fasilitas ibadah, dan kebutuhan bagi warga sekitar TPA Cilowong.(Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *