TANGERANG, INTTI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar Gebyar Ramadhan Kareem Al-Ittihad 1447 Hijriah yang berlangsung 14 Februari hingga 8 Maret 2026.
Kegiatan ini menghadirkan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial sebagai wujud komitmen bersama untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat kebersamaan serta membangun sinergi lintas elemen masyarakat di Kota Tangerang.
Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, H Herman Suwarman, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DKM Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang, Selasa (3/3/2026).
Dalam sambutannya, Sekda Kota Tangerang, H Herman Suwarman menuturkan, Ramadhan harus dimaknai lebih dari sekadar rutinitas ibadah tahunan.
“Ramadhan adalah kesempatan untuk memperkuat nilai kebersamaan, memperluas kepedulian, dan membangun semangat gotong royong. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya bermanfaat secara spiritual, tetapi juga berdampak sosial,” ujarnya.
Beragam kegiatan disiapkan untuk merangkul partisipasi masyarakat secara luas. Mulai dari tausiah keagamaan, buka puasa bersama, Ngaji Literasi, hingga lomba-lomba kreativitas bagi anak-anak, remaja, dan keluarga.
Seluruh rangkaian acara dirancang untuk menghadirkan suasana Ramadhan yang hangat, edukatif, dan partisipatif.
“Ada tausiah agama, buka puasa bersama untuk masyarakat, Ngaji literasi dan berbagai lomba kreativitas dan semuanya melibatkan seluruh Masyarakat,” jelas Herman Suwarman.

Ia pun mengajak seluruh warga Kota Tangerang untuk turut hadir dan meramaikan rangkaian kegiatan Gebyar Ramadan Karim Al-Ittihad 2026 di Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang.
“Mari bersama-sama kita hidupkan Ramadan dengan kegiatan yang positif dan penuh makna. Jadikan masjid sebagai ruang bertumbuh, berbagi, dan mempererat kebersamaan,” ajaknya.
Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, menjelaskan bahwa keterlibatan Dispora merupakan bagian dari pembinaan organisasi kepemudaan (OKP) sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
“Dispora memfasilitasi OKP, termasuk Fatayat NU dan KNPI. Ini bentuk dukungan pemerintah agar organisasi kepemudaan dapat terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
Berbeda dari kegiatan Ramadhan pada umumnya, Gebyar Ramadhan Kareem di Masjid Al-Ittihad tidak hanya menghadirkan ceramah agama, tetapi juga kompetisi edukatif dan hiburan tradisional yang melibatkan pelajar, santri, serta generasi muda dari berbagai wilayah.
Terdapat sejumlah perlombaan yang digelar. Mulai dari lomba bernuansa pendidikan keagamaan hingga pertunjukan tradisi membangunkan sahur menggunakan bedug.
Konsep ini dirancang inklusif agar dapat diikuti pondok pesantren, madrasah tsanawiyah, madrasah ibtidaiyah, hingga sekolah umum.
“Jadi ada yang sifatnya sangat edukatif, ada juga yang hiburan. Semua dikemas untuk memperkuat semangat Ramadhan sekaligus melestarikan tradisi,” ujar Kaonang.
Kaonang menambahkan, Kota Tangerang sendiri memiliki dua masjid besar yang menjadi pusat kegiatan keagamaan pemerintah daerah, yakni Masjid Raya Al-Azhom dengan Festival Al-Azhom pada 1 Muharram, serta Masjid Al-Ittihad dengan agenda Ramadhan Kareem setiap bulan puasa.
” Selanjutnya, Pemkot Tangerang menargetkan Ramadhan Kareem Al-Ittihad berkembang menjadi agenda berskala nasional. Harapannya, kegiatan ini dapat masuk dalam kalender acara berskala nasional, sehingga peserta dari berbagai daerah seperti Kalimantan, Sulawesi, hingga wilayah lain di Indonesia bisa ikut berpartisipasi,” pungkasnya. (Advertorial)










