Info Dunia

Iran Pertimbangkan Kirim Rudal ke Pangkalan Militer Inggris

Avatar photo
10
×

Iran Pertimbangkan Kirim Rudal ke Pangkalan Militer Inggris

Sebarkan artikel ini
Iran Pertimbangkan Kirim Rudal ke Pangkalan Militer Inggris
Personel militer turun dari pesawat RAF C-17 setelah mendarat di RAF Brize Norton, di Oxfordshire, Inggris.

TEHERAN, INTTI.ID – Iran tengah mempertimbangkan kemungkinan membidik pangkalan militer Inggris setelah digunakan pesawat pengebom Amerika Serikat (AS) dalam serangan ke negara yang beribu kota Teheran itu.

Kemungkinan pangkalan militer Inggris menjadi target sah Teheran tersebut, diungkapkan Duta Besar Iran untuk London, Seyed Ali Mousavi kepada surat kabar Times, Selasa (31/3/2026).

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

“Ini adalah masalah yang sangat penting yang sedang kami pertimbangkan. Ini adalah masalah yang sangat penting untuk mempertahankan diri kami,” tegas Mousavi.

BACA JUGA: Menlu Iran Bilang ke Saudi: Saatnya Usir Tentara AS Sekarang!

Mousavi menyambut baik sikap awal Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk tidak ikut dalam penyerangan AS dan rezim Israel ke Iran akhir Februari 2026 lalu. Namun menurut dia, otorisasi London bagi pesawat pengebom AS untuk lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Fairford dapat mengubah situasi.

“Bagian militer dari sistem kami akan memutuskan dengan tepat. Itu tergantung pada aktivitas Anda. Itu tergantung pada keputusan Inggris terkait masalah ini. Setiap opsi harus dipertimbangkan. Kami sangat berhati-hati dan teliti dalam membela diri,” imbuh Mousavi.

Fairford adalah satu-satunya pangkalan militer di Eropa untuk pesawat pengebom strategis AS, yang sebelumnya telah diluncurkan dari sana untuk menyerang Irak dan Yugoslavia. Saat ini, serangan udara dari pangkalan tersebut menargetkan Iran.

Iran telah menyerang wilayah Israel dan sasaran militer AS di Timur Tengah sebagai balasan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Hari pertama aksi militer tersebut menjadi saksi gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sementara sebuah sekolah perempuan di Iran selatan juga dibom. Iran memperkirakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.300 orang.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Inggris John Healey, Kamis (26/3/2026), enggan berkomentar tentang kemungkinan Iran menyerang London.

“Sejauh ini, kami tidak berpikir bahwa Iran berencana menyerang London. Inggris memiliki pertahanan yang tidak hanya bergantung pada kemampuan yang kami miliki di dalam negeri, tetapi juga mencakup sistem pertahanan lebih luas,” kata Healey kepada Sky News saat ditanya kemungkinan serangan Iran ke ibu kota Inggris.

BACA JUGA: Dirudal Iran, 13 Markas AS di Teluk Kini Jadi Pangkalan Hantu

Ketika diminta untuk menjelaskan lebih lanjut, Menhan Healey mengatakan bahwa kekhawatiran itu dapat dipahami. Namun, dia memastikan bahwa London memiliki “sumber daya dan aliansi” yang diperlukan untuk mempertahankan diri dari potensi serangan.

Sebelumnya, Senin (23/3/2026), Healey mengatakan bahwa dua rudal Iran diduga telah ditembakkan ke arah Pulau Diego Garcia di Samudra Hindia, tempat pangkalan militer gabungan Inggris-AS berada. Salah satu rudal itu gagal mencapai target, sementara yang lain ditembak jatuh.

Mengingat jarak dari Kepulauan Chagos, lokasi di mana pangkalan itu berada, ke Teheran lebih dari 5.000 Km, media Inggris mulai menyatakan kekhawatiran bahwa rudal balistik Iran dapat mencapai London.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menjelaskan bahwa rudal mereka tidak memiliki kemampuan untuk mencapai negara-negara Eropa.(ALD)

sumber: republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *