Pendidikan

Nayla Alifia, Siswi Disabilitas Kota Tangerang Ukir Prestasi Lewat Puisi

Avatar photo
4
×

Nayla Alifia, Siswi Disabilitas Kota Tangerang Ukir Prestasi Lewat Puisi

Sebarkan artikel ini
Nayla Alifia, Siswi Disabilitas Kota Tangerang Ukir Prestasi Lewat Puisi
Nayla Alifia terus berkarya di tengah keterbatasan fisiknya.

TANGERANG, INTTI.ID – Siswi tunadaksa asal Sekolah Khusus (SKH) Yayasan Karya Dharma Wanita (YDKW) 03 Kota Tangerang, Banten, Nayla Alifia berhasil melampaui keterbatasan fisiknya dengan mengukir prestasi yang membanggakan.

Nayla bahkan bersemangat dan optimis dapat mencetak prestasi lagi dalam lomba menulis puisi di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Gebyar Lomba Talenta Siswa Provinsi Banten 2026.

Advertising
Baca Artikel Scroll ke Bawah

”Saya hobi menulis dan membaca puisi. Meski tangan dan kaki tidak bisa berfungsi sempurna, saya tetap semangat belajar dan membuat karya,” kata Nayla usai mengikuti Lomba FLS3N di Stadion Benteng Reborn, Senin (11/5/2026).

BACA JUGA: Dindikbud Banten Tegaskan Tak Ada Toleransi Bagi Siswa Titipan

Nayla mengaku di tengah keterbatasan fisiknya, dalam berkarya dia dibantu tablet dan handphone (HP) serta mendapatkan dukungan penuh dari guru-guru dan keluarga sampai bisa mewakili Kota Tangerang di ajang Provinsi Banten.

Sebelumnya, Nayla telah memiliki rekam jejak yang panjang sebagai siswi penyandang disabilitas yang berprestasi. Tahun ini, Nayla berhasil menjadi penulis puisi terbaik mengalahkan puluhan pelajar berprestasi lainnya di ajang FLS3N Kota Tangerang 2026.

”Saya optimis dengan semangat dan jalan panjang berlatih selama ini bisa mengukir prestasi yang bisa membanggakan keluarga, sekolah, bahkan Kota Tangerang,” ujarnya.

Selain itu, lewat kegemarannya di bidang puisi ia berharap seluruh prestasi dan pengalamannya dapat menunjang mimpinya sebagai penulis profesional dengan segudang karya tulis yang dapat menginspirasi banyak orang di masa yang akan datang.

”Saya juga berharap lomba kali ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian diri, melainkan untuk mencari pengalaman supaya nanti bisa terus melanjutkan pendidikan di bidang bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan cita-cita saya yang ingin menjadi penulis di masa depan,” imbuhnya.(ALD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *