Info Dunia

Abaikan Perintah Trump, Pasukan AS Ogah Blokade Selat Hormuz

Avatar photo
9
×

Abaikan Perintah Trump, Pasukan AS Ogah Blokade Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
Abaikan Perintah Trump, Pasukan AS Ogah Blokade Selat Hormuz
Penolakan tehrada Presiden AS, Donald Trump juga terjadi di Seoul, Korea Selatan.

TEHERAN, INTTI.ID – Militer Amerika Serikat (AS) menyatakan tak mau mati konyol di Selat Hormuz Iran. Para prajurit menyatakan tidak akan menutup Selat Hormuz sepenuhnya seperti yang diperintahkan Trump menyusul buntunya perundingan di Islamabad Pakistan. Mereka menyatakan kapal-kapal hanya bakal dilarang keluar masuk pelabuhan Iran.

Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bakal menggagalkan rencana blokade tersebut. Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan mulai menerapkan blokade “semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran” pada 13 April, mulai pukul 10.00 waktu AS bagian timur atau pukul 21.00 WIB. “Ini sesuai dengan pernyataan Presiden”.

Advertising
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Trump sebelumnya mengatakan bahwa AS akan memblokade Selat Hormuz setelah perundingan antara AS dan Iran di Islamabad gagal membuahkan hasil.

BACA JUGA: Netanyahu Disebut Ingin Terus Berperang untuk Hindari Pengadilan Korupsi

“Blokade akan diberlakukan secara tidak memihak terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman,” kata CENTCOM.

“Pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan ⁠navigasi bagi kapal yang transit di Selat ⁠Hormuz ke dan ⁠dari pelabuhan non-Iran,” pernyataan itu.

Beberapa pejabat senior Iran telah menampik ancaman AS untuk menerapkan blokade laut di Selat Hormuz, menurut laporan di media Iran. “Ancaman Trump menggelikan,” kata Komandan Angkatan Laut Laksamana Shahram Irani, seraya menambahkan bahwa pasukan Iran sudah melacak semua pergerakan militer AS di wilayah tersebut.

Komandan Pasukan Quds Jenderal Esmail Qaani mengatakan bahwa AS dan Israel akan diusir dari wilayah tersebut “tanpa hasil apa pun” seperti mereka diusir dari Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb oleh Yaman. Mohsen Rezaei, mantan komandan IRGC dan sekretaris Dewan Kemanfaatan Teheran, mengatakan Iran “bukanlah tempat yang dapat diblokade dengan tweet dan rencana khayalan”. Ia menegaskan bahwa AS “ditakdirkan untuk gagal”.

Perundingan di Islamabad pada Sabtu hingga Minggu berakhir tanpa kesepakatan, dan kepala perunding Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyalahkan AS atas kegagalan mereka. Dia mengatakan ⁠delegasinya mengajukan inisiatif “berwawasan ke depan” ⁠selama perundingan, namun AS gagal mendapatkan kepercayaan dari delegasi Iran.

Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin delegasi AS, sebelumnya mengatakan bahwa perundingan berakhir tanpa kesepakatan.

“Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu adalah berita buruk bagi Iran lebih dari sekedar berita buruk bagi Amerika Serikat,” katanya.

BACA JUGA: 3 Analis Beberkan Bagaimana Iran Mengubah Bertahan Menjadi Kemenangan

Keterlibatan langsung pertama antara kedua negara pada tingkat ini sejak Revolusi Iran tahun 1979 mengungkap perpecahan mendalam mengenai isu-isu inti, termasuk program nuklir Iran dan Selat Hormuz, yang sebenarnya berada di bawah kendali Teheran sejak perang dimulai pada tanggal 28 Februari.

Beberapa jam setelah perundingan AS-Iran di Islamabad gagal, Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan bahwa pasukannya akan segera “memulai proses BLOKADE setiap dan semua kapal yang mencoba memasuki, atau meninggalkan, Selat Hormuz”.

“Pada titik tertentu, kita akan mencapai dasar ‘semua diizinkan masuk, semua dizinkan keluar’, namun Iran tidak membiarkan hal itu terjadi,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

“Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut untuk mencari dan menghalangi setiap kapal di Perairan Internasional yang telah membayar tarif kepada Iran,” lanjutnya. “Tidak seorang pun yang membayar tol ilegal akan mendapatkan perjalanan yang aman di laut lepas.”(Ald)
sumber: republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *