Peristiwa

Studio Musik PKBM Tangsel Dibobol Maling, 4 Keyboard dan 2 Gitar Raib

Avatar photo
6
×

Studio Musik PKBM Tangsel Dibobol Maling, 4 Keyboard dan 2 Gitar Raib

Sebarkan artikel ini
Studio Musik PKBM Tangsel Dibobol Maling, 4 Keyboard dan 2 Gitar Raib
Salah satu staf pengajar PKBM Indria, Andre menunjukan speaker yang batal dibawa kabur maling, Senin (11/5/2026).

TANGERANG, INTTI.ID – Kawanan maling beraksi di fasilitas Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Indria, Jalan Raya Jombang, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Senin (11/5/2026).

Dalam aksinya, kawanan maling menggasak empat keyboard serta dua gitar akustik dari studio musik yang ada di pusat kegiatan belajar masyarakat tersebut.

Advertising
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Salah satu pelatih musik, Andre kepada wartawan mengatakan, pihaknya baru mengetahui aksi pencurian tersebut pada Senin, (11/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB setelah mendapat kabar dari pengelola yayasan.

BACA JUGA: Polisi Selidiki Bocah Tewas Tersengat Listrik Tiang PJU Tangsel Terang

“Kami dikabari jam setengah 8 pagi bahwa ruang kelas musik dibobol maling, kami langsung memeriksa ruangan musk,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.

Menurut Andre, terakhir kali kondisi studio masih aman pada Sabtu (9/5/2026) sore sekitar pukul 17.30 WIB saat kegiatan latihan selesai dilaksanakan.

“Hari Sabtu kemarin masih ada sampai setengah enam sore kami latihan,” katanya.

Ia mengungkapkan, aksi pencurian di lingkungan tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kawasan itu sudah beberapa kali menjadi sasaran maling.

“Kalau di lingkungan sini sudah berulang kali kejadian pencurian,” ungkapnya.

Meski sejumlah alat musik hilang, kegiatan latihan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dipastikan tetap berjalan. Pihak yayasan khawatir jika latihan dihentikan sementara, kondisi psikologis anak-anak akan terganggu.

“Latihan tidak ditiadakan karena anak berkebutuhan khusus kalau jadwalnya dihentikan bisa tantrum, jadi tetap diadakan,” jelas Andre.

Studio tersebut merupakan tempat pelatihan khusus bagi anak berkebutuhan khusus dengan jadwal latihan rutin setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Selain kelas musik, yayasan juga memiliki pelatihan lain seperti barista dan angklung.

BACA JUGA: Kasus Nurjanah dan Iti Diselesaikan Lewat Restorative Justice

“Kalau total di yayasan ini anak bisa 100-an. Tapi tidak semua di musik, ada pelatihan barista, angklung, yang di musik ini sekitar 30 anak,” ungkapnya.

Akibat pencurian itu, kegiatan latihan dipastikan terganggu karena sebagian besar alat musik raib dibawa maling. Andre memperkirakan total kerugian akibat pencurian tersebut mencapai sekitar Rp10 juta jika harga gitar sekitar Rp700 ribu.

Selain alat musik yang dibawa kabur, pelaku juga sempat mencoba membawa amplifier dan speaker. Namun barang tersebut ditemukan berada di dekat pagar dan diduga batal dibawa.

“Ampli dan speaker sempat dibawa, sudah ada di luar dekat pagar tetapi tidak jadi dibawa sepertinya,” bebernya.

Pantauan di lokasi, untuk bisa masuk ke studio musik, kawanan maling yang diperkirakan lebih dari satu orang itu merusak dua gembok besi hingga akhirnya bisa masuk ke dalam studio.

Penampakan studio masih dalam kondisi berantakan. Tiga seat drumband yang menjadi saksi bisu pelaku masih terlihat di dalam studio.

Aksi pencurian di lingkungan itu sudah terjadi hingga tiga kali. Polisi bahkan pernah menangkap tiga orang tersangka terkait kasus serupa. Namun demikian, aksi pencurian kembali terulang. (ALD)

sumber: satelitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *