Peristiwa

Bencana Kekeringan di Lebak Meluas

Avatar photo
1
×

Bencana Kekeringan di Lebak Meluas

Sebarkan artikel ini
Bencana Kekeringan di Lebak Meluas
Lahan persawahan di sejumlah kccamatan Kabupaten Lebak telah mengering menyusul musim kemarau tahun ini.

LEBAK, INTTI.ID — Memasuki bulan Juli, krisis air bersih dan bencana kekeringan yang melanda lahan pertanian di Kabupaten Lebak, Banten, semakin meluas. Sejumlah desa telah menyampaikan surat permohonan bantuan air bersih ke pemerintah daerah setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat, hingga saat ini sudah ada tujuh kecamatan yang secara resmi melaporkan krisis air bersih. Kawasan tersebut meliputi Kecamatan Wanasalam, Sajira, Curugbitung, Cimarga, Warunggunung, Leuwidamar, dan Kecamatan Cilograng.

Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama mengakui ada 11 desa yang telah meminta dikirimkan air bersih, di antaranya Desa Cibuah, Pasir Tangkil, Lebak Asih, Sukajaya, Mekarsari, Sangkanmanik, Muara, Sukarendah, Jalupang Mulya, Gunung Batu, dan Cikatomas.

BACA JUGA: Ribuan Hektare Lahan Sawah di Banten Dilanda Kekeringan

“Hari ini kami sudah distribusikan hampir 81.000 liter air bersih ke seluruh desa di Curugbitung, kemudian Sukajaya di Sajira, serta Cibuah dan Pasirtangkil di Warunggunung. Kemarin kami juga sudah kirim ke SangkanManik Cimarga,” jelasnya kepada wartawan Rabu (22/7/2026).

Berdasarkan data BPBD, tercatat sebanyak 1.388 Kepala Keluarga (KK) kini bergantung pada pasokan air bersih dari pemerintah. Febby memprediksi kondisi ini akan terus berlanjut hingga puncak kemarau yang diperkirakan terjadi pada akhir Agustus mendatang.

“Prediksi kami sampai akhir Agustus kondisi ini akan terus terjadi. Untuk wilayah selatan seperti Desa Muara di Wanasalam, serta Gunung Batu dan Cikatomas di Cilograng, segera kami intervensi besok,” tambahnya.

Kondisi ini kian mengkhawatirkan lantaran debit mata air yang biasa diandalkan warga mulai menyusut drastis sejak akhir Juni.

Wilayah Curug Bitung dan Sajira sejauh ini menjadi daerah yang paling parah terdampak, sementara Kecamatan Maja disebut memiliki potensi tinggi untuk mengalami hal serupa dalam waktu dekat.

Intensifkan Sumber Air Permukaan

Selain krisis air bersih bagi warga, sektor pertanian juga mulai goyah. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak melaporkan seluas 294 hektar lahan sawah kini terdampak kekeringan.

Kepala Distan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menyebut lahan yang terdampak tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Cibadak, Kalanganyar, Rangkasbitung, Maja, Muncang, dan Cipanas.

Meski sempat muncul laporan mengenai lahan yang mengalami gagal panen atau puso, Rahmat memastikan kondisi tersebut masih bisa dikendalikan.

“Memang ada laporan lahan terdampak 700-an hektar, tapi setelah dipilah, luas lahan sawah yang benar-benar terdampak kekeringan itu 294 hektar,” katanya.

BACA JUGA: 25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Rawan Kekeringan dan Kebakaran

Dari jumlah itu, lanjut Rahmat, sempat muncul angka 14 hektar yang puso, namun ternyata bisa dipulihkan karena masih ada sumber air.

Guna menyelamatkan tanaman padi milik petani, Distan Lebak bersama Kementerian Pertanian mulai mengoptimalkan bantuan pompa air dan pembangunan irigasi perpompaan (irpom).

Para petani juga didorong untuk memanfaatkan sumber air permukaan yang masih tersedia di sekitar lokasi persawahan.

“Kami langsung dorong petani untuk mengoptimalkan pompa-pompa yang ada di kelompok tani atau di kecamatan jika masih ada sumber air permukaan,” jelasnya.(*)

sumber: banpos.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *