TANGERANG, INTTI.ID – Warga Kampung Mindi, Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten mendadak geger. Mereka mendapati seekor buaya muara berukuran cukup besar menyerang seorang warga bernama Cahyadi yang sedang berkebun di pinggir Sungai Cimanceuri.
Saat itu, Senin (3/8/2026) pagi, Cahyadi sedang membersihkan kebunnya di dekat daerah aliran Sungai (DAS) Cimanceuri, tepatnya di Kramat Roke. Saat sedang asyik mencabuti rumput, dia didatangi seekor buaya muara yang datang tiba-tiba dari semak-semak sekitar sungai.
Cahyadi refleks berlari menghindari reptil buas yang sedang agresif tersebut. Dia melihat buaya keluar dari semak-semak yang ternyata merupakan sarang dari reptil ganas itu. Ia menduga buaya tersebut merasa terganggu saat menjaga sarangnya.
BACA JUGA: DPRD Kabupaten Tangerang Dorong Optimalisasi Lembaga Keuangan Daerah
Cahyadi kemudian melaporkan kejadian itu ke pengurus RT dan RW serta ke pemerintah desa. Warga kemudian meneruskan laporan tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang.
“Buaya itu sangat agresif, mengejar saya. setelah diperhatikan ternyata buaya itu sedang bertelur,” kata Cahyadi kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Mendapati laporan tersebut, petugas BPBD bersama warga kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi, Selasa (4/8) siang. Dari hasil penelusuran petugas akhrinya bisa menemukan buaya tersebut. Buaya masih berada di sekitar semak-semak pinggir sungai.
Petugas kenudian berhasil menangkap reptil tersebut. Tak hanya itu, dari dalam sarang itu, petugas juga menemukan sekitar 40 butir telur buaya yang belum menetas. Petugas BPBD kemudian mengevakuasi induk buaya beserta telurnya.
Sungai Cimanceuri Jadi Habitat Alami Buaya Muara
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan, induk buaya beserta telurnya dievakuasi ke petugas penanganan satwa liar.
“Kami sudah serahkan ke petugas penanganan dan konservasi satwa liar,” ujar Achmad Taufik.
Menurutnya, temuan seekor induk buaya yang sedang mengerami telurnya menjadi indikasi bahwa sepanjang aliran Sungai Cimanceuri berpotensi menjadi habitat alami sekaligus lokasi berkembang biak satwa liar tersebut.
Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar bantaran sungai maupun semak-semak mengingat kemungkinan masih terdapat buaya lain di kawasan Sungai Cimanceuri.
“Kami minta warga waspada saat beraktivitas di sekitar sungai atau semak-semak. Bila melihat buaya atau satwa berbahaya lainnya, segera lapor ke BPBD dan hindari mengambil tindakan yang dapat membahayakan keselamatan,” imbaunya.(ALD)
sumber: satelitnews













