Regional

Bantuan Ratusan Bebek untuk KPM Desa Pasar Kemis Kandas Diserang Hama dan Penyakit

Avatar photo
2
×

Bantuan Ratusan Bebek untuk KPM Desa Pasar Kemis Kandas Diserang Hama dan Penyakit

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Pasar Kemis Al Haetomi didampingi Kasi Binwas Kecamatan Pasar Kemis Ahmad Syarif, meyerahkan bantuan ratusan bebek kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Desa Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, beberapa waktu lalu.(foto: istimewa)

TANGERANG.INTTI.ID– Pemerintah terus berupaya melakukan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan, diantaranya memberikan bantuan kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) untuk mengelola sumber daya ekonomi secara produktif.

Salah satu Kelompok Penerima Manfaat (KPM) berada di Desa Pasar Kemis Kabupaten Tangerang. KPM ini menerima bantuan ratusan ekor bebek namun kini tidak terlihat satu ekor pun bebek yang dipelihara. Menurut pengakuan Ketua KMP Deden Ahya Udin, pihaknya telah menerima sebanyak 400 ekor bebek.

Advertising
Baca Artikel Scroll ke Bawah

” Alhamdulillah bantuan untuk kami berupa bebek dan bantuan pakan untuk beberapa bulan direalisasikan,” Kata Deden Ahya Udin, Rabu 29 April 2026.

Bantuan 400 ekor bebek diterima pada Bulan Mei 2024, diserahkan langsung oleh Kepala Desa Pasar Kemis Al Haetomi dan didampingi Kasi Binwas Kecamatan Pasar Kemis Ahmad Syarif.

Deden memaparkan, ternyata dalam perjalanannya, memelihara bebek tersebut memiliki ancaman berupa penyakit dan hama. Setiap hari selalu ada saja bebek yang buta karena penyakit hingga mengakibatkan kematian. Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi di beberapa desa lain. Banyak kelompok penerima bantuan ternak menyerah dan terpaksa menutup peternakannya.

” Kami hanya mampu bertahan hampir delapan bulan,” kata Deden Ahya.

Deden Ahya mengaku sudah berusaha memberikan sejenis obat unggas untuk mencegah penyakit tersebut, namun tetap saja gagal. Bahkan Ia mengalami beberapa kali kejadian dalam satu hari sepuluh hingga lima belas ekor bebek mati. Tidak hanya itu, ancaman lainnya yaitu binatang Musang dan Biawak kerap memangsa bebek disaat mereka lengah.

” Binatang Musang dan Biawak juga kerap memangsa bebek-bebek yang kami pelihara. Ketika kami lengah setiap hari ada bebek hilang digondol dan dimakan binatang tersebut, ” ujarnya.

Kondisi ini membuat Deden bingung. Pasalnya, ternak bebek yang seharusnya berkembang dan menghasilkan secara ekonomi tapi harus kandas karena hama dan penyakit yang tidak terkendali. Dari pada bebek-bebek ini mati, akhirnya bebek yang tersisa di kandang diberikan kepada warga untuk dipelihara atau dikonsumsi.

Sementara ketika disinggung terkait kandang bebek yang saat ini tidak ada di lokasi, Deden Ahya mengatakan sejak bebek-bebek tersebut habis, kandangnya terbengkalai. Bambu-bambu bekas kandang akhirnya hilang dan dimanfaatkan warga.

Kepala Desa Pasar Kemis Al Haetomi ketika dikonfirmasi mengatakan, kegiatan pemberdayaan melalui peternakan bebek tidak dapat dipertahankan oleh KPM tersebut. Namun Al Haetomi memaklumi kondisi tersebut. Sebelumnya Ia sudah berusaha memberikan motivasi dan arahan kepada kelompok penerima manfaat untuk meminimalisir serangan penyakit dan hama terhadap unggas tersebut.

” Namun penyakit dan hama tidak dapat terhindarkan,” sesal Al Haetomi

Al Haetomi menjelaskan bantuan pemberdayaan masyarakat ini tujuannya untuk menggali potensi lokal dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayahnya. Para kelompok masyarakat pun mengajukan usulan bantuan untuk beternak bebek.

” Kami tentu harus mendorong dan membantunya,” pungkas Al Haetomi.

Senada, Binwas Kecamatan Pasar Kemis Ahmad Syarif mengatakan, pihaknya mengetahui dan melakukan monitoring adanya penyerahan bantuan ternak bebek untuk kelompok masyarakat tersebut. Bahkan Dia mengaku saat melakukan monitoring, mendapati adanya keluhan hama dan penyakit.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *